Pratama Arhan Dapat Gelar Sarjana di Udinus Semarang
Gambar atau konten salah?
Pada Rabu, 29 April 2026, pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, mengumumkan bahwa ia telah memperoleh gelar sarjana dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Wisuda berlangsung di Hotel Patra, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, di mana Arhan menandai akhir perjalanan kuliah di program studi Manajemen.
Setelah menerima gelar, Arhan menyampaikan pesan khusus kepada rekan-rekannya di dunia sepakbola. Ia menyebut nama beberapa teman: Buat Egy (Maulana Vikri), Irfan Jauhari, Rio Fahmi, Nando (Ernando Ari), semoga cepat-cepat lulus ya kayak saya. Itu aja pesan saya, kata Arhan.
Di sela-sela acara, Arhan mengajak generasi muda dan rekan-rekannya untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi. Ia mengatakan, (Kuliah) itu sih keputusan masing-masing, cuma buat teman-teman yang ingin kuliah atau mau dapat beasiswa, daftar di universitas ini, ujarnya.
Arhan menjelaskan tantangan yang ia hadapi ketika menyeimbangkan jadwal sepakbola dan studi. Ia mengakui, Pasti banyak halangan, karena kan memang membagi waktunya agak sedikit susah karena saya harus ke Timnas, terus tim saya juga di luar negeri. Jadi saya kesusahan membagi waktu, ungkapnya.
Dukungan datang dari klubnya, yang memberi izin pulang ke Indonesia untuk mengikuti wisuda. Arhan menambahkan, Tapi alhamdulillah juga pihak Udinus juga ngasih kelonggaran juga buat saya ada daring. Jadi saya lebih tenang. Tim juga sangat suportif, katanya.
Tidak berhenti di jenjang sarjana, Arhan berencana melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Komunikasi di Udinus. Ia menyatakan, Saya akan mengambil beasiswa juga di Udinus tentunya. Saya mau ambil jurusan Ilmu Komunikasi, jelasnya. Namun ia menekankan bahwa ia belum akan langsung melanjutkan kuliah S2. Ia memilih fokus pada kompetisi klub di luar negeri. Ia berkata, Mungkin saya akan break dulu, rest dulu, karena mau finishing season dulu, karena liga masih jalan. Mungkin saya akan fokus dulu, baru nanti daftar lagi. Mungkin (targetnya) akhir tahun, tambahnya.
Arhan menunjukkan bahwa kesuksesan akademik dan profesional dapat berjalan bersamaan jika didukung oleh manajemen waktu dan dukungan tim. Keterbukaan dan tekadnya memberi contoh bagi pemain muda yang ingin menyeimbangkan karier sepakbola dan pendidikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Baliho PB XIV di Gladag: Raja Baru dan Agenda Budaya
Truk Mogok di Pantai Pati Menyebabkan Kemacetan 2 Km
Kirab Pusaka Keraton Solo Gelar Malam 1 Suro 2026 Rundah
Temuan Arca dan Logam Kuning di Candi Losari, Magelang
Ossy Dermawan: Solusi Lahan Sawah di Jawa Tengah 2026
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Berita Terbaru
Rumor Nafkah Anak Rp500 Ribu Ditolak, Tuntutan Rp25 Juta
Surabaya Cerah Hari Ini, Suhu 26‑32°C, Waspada Panas
Herdman Pilih Ferarri Meski Cakupan Ringan Berdasarkan Profil
5 Juni 2026: Hari Baik untuk Kegiatan Adat dan Ritual Bali
Piala Dunia 2026: 48 Tim, 3 Tuan Rumah, Estadio Azteca
Sabar & Reza Raih Perempatfinal Indonesia Open di Istora
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juni 2026: Mulai Imsak 04.05 WIB
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
