Pria 31 Tahun di India Temukan Ginjal Ketiga saat ISK
Gambar atau konten salah?
31 tahun pria di India baru saja didiagnosis dengan kondisi medis yang jarang terjadi setelah mengunjungi rumah sakit karena infeksi saluran kemih (ISK) akut.
Selama lima hari, pasien merasakan nyeri hebat di punggung bawah kanan, demam tinggi 39 °C, dan rasa sakit saat buang air kecil. Pemeriksaan laboratorium menegaskan infeksi bakteri Klebsiella pneumoniae dan urine keruh, menandakan infeksi aktif. Tanda vitalnya tetap dalam batas normal.
Keputusan untuk memeriksa lebih lanjut dengan USG dan CT scan membawa hasil mengejutkan: pasien memiliki ginjal ketiga yang terhubung dengan ginjal kanan, membentuk struktur menyerupai tapal kuda. Kondisi ini dikenal sebagai ginjal supernumerary, kelainan bawaan yang sering tidak terdeteksi karena fungsi normalnya, namun dapat memicu infeksi.
Penelitian lanjutan menemukan pembengkakan dan penumpukan kristal mineral (kalkulus) di kedua ginjal. Bagian paling parah terlihat di ureter kiri, di mana kristal tersebut menghambat aliran urine.
Tim medis merespons dengan menempatkan stent tipis di ureter kiri untuk membuka jalur keluar urine. Penanganan antibiotik intravena menggunakan piperacillin/tazobactam dan levofloxacin juga diberikan. Setelah 48 jam hidrasi dan perawatan intensif, kondisi pasien mulai membaik.
Pasien sudah dipulangkan, namun dijadwalkan kembali satu bulan kemudian untuk prosedur pelepasan stent dan penanganan lebih lanjut terhadap batu ginjal.
Ringkasan: Seorang pria berusia 31 tahun di India didiagnosis infeksi ISK dengan komplikasi ginjal supernumerary. Setelah ditempatkan stent dan menerima antibiotik, ia menunjukkan perbaikan dan akan kembali untuk perawatan lanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
