Pria 39 Selamat setelah Terjatuh ke Laut di Pulau Penjurit
Gambar atau konten salah?
Nopianto, seorang pria berusia 39 tahun dari Desa Mulyorejo I, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, ditemukan selamat pada pagi hari 5 Juni 2026 di Pulau Penjurit, Kabupaten Lampung Selatan.
Warga yang sedang memancing melihat seorang pria berdiri di tepi pulau. Warga tersebut menemukan korban dalam kondisi selamat. Selanjutnya korban dibawa dan diserahkan kepada petugas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, kata Panpan Hermayadi, Iptu Polair Polres Lampung Selatan, pada Jumat, 5 Juni 2026. Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh warga sekitar.
Menurut laporan, peristiwa dimulai ketika Nopianto berangkat dari Bandar Jaya menuju Yogyakarta dengan Bus Sari Indah pada Kamis, 4 Juni. Sekitar pukul 20.00 WIB, bus menumpanginya masuk ke kapal penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang menuju Pelabuhan Merak.
Selama pelayaran, Nopianto berada di bagian buritan kapal. Ketika melihat ke arah laut, korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke perairan Selat Sunda. Ia mencoba meminta pertolongan, namun tidak ada penumpang maupun kru kapal yang menyadari kejadian tersebut. Menurut keterangan sementara korban, yang bersangkutan terjatuh dari kapal saat pelayaran berlangsung. Setelah itu korban berusaha berenang hingga mencapai Pulau Penjurit, ujarnya.
Setelah berhasil mencapai pulau kecil tersebut, Nopianto bertahan semalaman. Pada keesokan paginya, ia ditemukan oleh warga yang sedang memancing. Panpan menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Lampung, Polsek Kawasan Pelabuhan Bakauheni, serta pihak terkait lainnya untuk melengkapi data dan memastikan rangkaian kejadian yang dialami korban, jelasnya.
Kasus ini menarik perhatian karena korban berhasil selamat setelah terjatuh ke laut pada malam hari dan bertahan seorang diri di Pulau Penjurit hingga ditemukan. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan di pelabuhan dan perlunya sistem penanganan darurat yang cepat bagi penumpang kapal penyeberangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Indonesia Kalahkan Oman 3‑0, Pertama Selama 38 Tahun
FIFA Siapkan Protokol Rasisme Piala Dunia 2026 Serta
Banjir Rawan di Surabaya: Pemerintah Siapkan Penanggulangan
Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Maritim dan Logistik
Pertamina EP Produksi 205k BOPD, Rating AAA, 40k Penerima
Bupati Empat Lawang Ajak Warga Ikut Operasi Patuh Musi 2026
Surabaya Angkat 1 Ton Sampah Plastik Harian di Kali Tebu
Tottenham Tambah Bek Andy Robertson, Transfer Bebas 2026
Pria 39 Selamat setelah Terjatuh ke Laut di Pulau Penjurit
Pasangan Tewas di Medan, Dugaan Keracunan AC Mobil Sementara
