Pria 49 Tahun Tangkap: Daging Anjing dan Narkoba Tersangka
Gambar atau konten salah?
Di wilayah Udon Thani, Thailand, seorang pria berusia 49 tahun bernama Gok ditangkap polisi pada 2 April 2026 sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Polisi Subdistrik Huai Luang mendatangi rumahnya setelah sebuah unggahan di media sosial menjadi viral.
Ketika petugas tiba, mereka menemukan Gok sedang memasak daging dalam panci. Hidangan yang ia buat bernama hyoi, hidangan lokal yang biasanya menggunakan daging sapi atau babi. Namun, Gok mengakui bahwa daging tersebut berasal dari daging anjing.
“Saya pernah makan daging anjing sebelumnya dan menyukai rasanya,” kata Gok kepada petugas. Ia juga menjelaskan bahwa anjing itu sudah mati setelah tertabrak kendaraan. Menurutnya, ia tidak sengaja menyembelih hewan tersebut, melainkan mengambil bangkai setelah pemilik anjing meminta agar ia menguburkannya dengan imbalan sebotol minuman keras lokal.
Kasus ini muncul setelah seorang pengguna Facebook membagikan foto potongan daging yang diduga daging anjing. Dalam unggahan tersebut, pengguna mengkritik tindakan tersebut, menulis: “Kalau tidak punya makanan, bekerja atau beli makanan seperti orang lain. Banyak daging babi, ikan, dan ayam. Biarkan anjing hidup.”
Setelah penangkapan, polisi melakukan tes urine pada Gok. Hasilnya menunjukkan positif methamphetamine, sebuah narkotika golongan 1. Gok mengakui menggunakan narkotika tersebut sehari sebelumnya.
Polisi menyita barang bukti berupa daging yang telah dimasak. Gok kemudian ditangkap dengan dua tuduhan: kepemilikan dan penggunaan narkotika golongan 1 serta pelanggaran undang‑undang kesejahteraan hewan di Thailand. Ia masih ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Penggunaan daging anjing di beberapa negara Asia masih menjadi topik kontroversial. Meskipun beberapa masyarakat menganggapnya biasa, banyak negara telah memperketat peraturan dan bahkan memberlakukan hukuman bagi yang masih mengkonsumsi daging anjing.
Di Thailand, hukum perlindungan hewan sudah menempatkan daging anjing di bawah kategori yang dilarang. Penegakan hukum ini menjadi contoh bagaimana negara menanggapi praktik yang dianggap tidak manusiawi. Gok, yang sebelumnya dikenal memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol dan narkoba, kini menjadi contoh pelanggaran hukum yang melibatkan dua bidang: narkotika dan perlindungan hewan.
Kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran hukum dan etika dalam konsumsi makanan. Masyarakat diharapkan memahami batasan hukum yang berlaku, terutama terkait perlindungan hewan. Sementara itu, aparat penegak hukum di Thailand terus memperketat pengawasan terhadap praktik yang melanggar undang‑undang.
Gok masih menunggu proses hukum selanjutnya. Kasus ini menggambarkan bagaimana tindakan yang tampak sederhana, seperti memasak daging anjing di rumah, dapat memicu reaksi hukum yang serius. Peraturan yang ketat di Thailand menunjukkan komitmen negara dalam menegakkan norma perlindungan hewan dan menegur perilaku yang melanggar hukum.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
