Pria Diam di Sukabumi: Narkoba Tidak Terlibat, Sakit Mental
Gambar atau konten salah?
Video yang menampilkan seorang pria berdiri diam, seolah‑olah beku tanpa gerakan selama berjam‑jam di Kota Sukabumi, langsung memicu kegemparan di media sosial. Banyak orang menyebutnya “zombie” karena dugaan pengaruh narkoba baru. Namun, Polres Sukabumi Kota segera merilis fakta medis dan kronologi kejadian, mematahkan spekulasi mistis dan tuduhan penyalahgunaan zat terlarang.
Kejadian ini terjadi di Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Video diambil pada Rabu, 06 Mei 2026, dini hari. Rekaman tersebut diunggah oleh Fadil Putra Andriani, seorang warga berusia 20 tahun yang sedang pulang kerja.
Menurut "Awalnya saya lagi jalan pulang menuju rumah. Kebetulan searah sama tempat kejadian. Pas perjalanan ada satu orang yang manggil sambil nanya ada apa dengan orang ini karena cuma diam berdiri," ungkap Fadil. Ia menambahkan bahwa ada warga lain yang memanggilnya karena bingung melihat pria tersebut hanya berdiri diam.
Polisi segera menelusuri identitas pria yang menjadi sorotan. Ia diidentifikasi bernama Yaya, berusia 35 tahun, warga Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Polisi mengungkapkan bahwa Yaya memiliki riwayat gangguan kesehatan mental, bukan akibat narkoba. "Menurut keterangan keluarga saat dijemput pulang ke kampung halamannya di Majalengka, yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan mental," jelas Ipda Ade Ruli, Kasi Humas Polres Sukabumi Kota.
Yaya baru tiga bulan bekerja di CV Bagja Makmur sebagai sales kredit pakaian keliling di wilayah Sukabumi. Sebelum kejadian, ia sudah menunjukkan tanda‑tanda gangguan fisik dan kecemasan.
Di Selasa malam, 05 Mei 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, Yaya mengeluh cemas, badan panas, pusing, hingga nyeri lambung. Ia sempat diantar oleh rekan kerjanya untuk berobat ke Klinik Permata di Jalan RA Kosasih. Setelah berobat dan beristirahat di kontrakan, rekan-rekannya menemukan kamar Yaya kosong pada Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Yaya akhirnya ditemukan berdiri tepat di depan kontrakannya, sulit diajak berkomunikasi. Rekan-rekannya membawanya masuk untuk mengganti pakaian dan beristirahat. Meskipun warga mencoba memberi minum, pria tersebut tetap tidak bergerak dan menatap kosong ke arah depan.
Polisi menegaskan bahwa kondisi “mematung” tersebut murni dipicu oleh masalah kesehatan, bukan karena penggunaan narkoba. Mereka menelusuri semua kemungkinan medis dan tidak menemukan bukti penyalahgunaan zat terlarang.
Pada Rabu pukul 10.00 WIB, pimpinan tempat kerja Yaya menyerahkan kembali pria tersebut kepada keluarga di Majalengka agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. Saat ini, Yaya berada di bawah pengawasan keluarganya di Majalengka untuk proses pemulihan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak sembarangan menilai kondisi medis seseorang dengan isu‑isu yang meresahkan. Fakta medis dan kronologi yang jelas membantu menghindari penyebaran rumor yang tidak berdasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
