Pria Jakarta Lumpuh Sementara Karena Keracunan Campylobacter

Endah K. · 2 min baca · 29 hari lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Pria Jakarta Lumpuh Sementara Karena Keracunan Campylobacter

Gambar atau konten salah?

3 Mei 2026, seorang pria di Jakarta mengalami keracunan makanan yang hampir membuatnya lumpuh dalam waktu kurang dari 24 jam. Ia memakan chicken burrito bowl sebagai makan siang, lalu mulai merasakan muntah hebat dan diare yang tidak kunjung berhenti.

Awalnya, keluarga mengira gejala tersebut hanyalah gangguan pencernaan biasa. Namun, kondisi pria itu tidak membaik. Selama lima hari, muntah dan diare tetap berlangsung tanpa perbaikan signifikan. Akhirnya, keluarga memutuskan membawanya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, dokter segera memberikan perawatan intensif dengan cairan infus dan antibiotik. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, hasilnya menunjukkan infeksi bakteri Campylobacter, salah satu penyebab umum penyakit akibat makanan. Bakteri ini biasanya berasal dari makanan terkontaminasi, terutama unggas yang tidak dimasak dengan sempurna.

Seorang wanita, yang memiliki akun TikTok @brednbutta, membagikan kisah kakaknya yang mengalami keracunan ini. Ia menuliskan:

"Bakteri ini biasanya akan keluar dengan sendirinya. Tetapi tubuhmu tidak, kamu semakin sakit. Apakah kamu bisa merasakan kakimu?"

Beruntung, kakak pria tersebut masih dapat merasakan kakinya. Namun, dokter mengidentifikasi kondisi tersebut sebagai bentuk perkembangan Guillain-Barré syndrome (GBS). Sindrom ini dapat menyebabkan kelemahan otot hingga kelumpuhan parsial, dan dalam kasus berat dapat berakibat fatal. Menurut data kesehatan, infeksi Campylobacter merupakan salah satu pemicu paling umum GBS, meskipun kejadian ini tergolong jarang.

Petugas medis pada saat itu sangat khawatir dengan kondisi pasien. Ketika diberitahu bahwa kakak masih bisa merasakan kakinya, banyak yang bernapas lega dan mengucapkan selamat karena ia masih menjadi salah satu orang yang beruntung.

Menurut informasi WebMD, infeksi Campylobacter biasanya disebabkan oleh konsumsi unggas yang kurang matang. Umumnya, infeksi tersebut dapat sembuh dalam 10 hari. Jika gejala berlangsung lebih lama, pasien harus mendapatkan penanganan medis tambahan.

Kasus ini menyoroti pentingnya kehati-hatian saat menikmati makanan cepat saji. Meskipun praktis dan terjangkau, makanan tersebut masih dapat membawa risiko kesehatan serius jika tidak diproses atau dimasak dengan benar.

Keracunan makananCampylobacterGuillain-Barré syndromeMakanan cepat sajiMuntah diareInfeksi bakteriRumah sakitTikTok

Komentar

Memuat komentar...