Pria Jerman Terkejut Menemukan Jeroan Ayam Indonesia
Gambar atau konten salah?
Seorang pria asal Jerman yang menikah dengan pasangan Indonesia terkejut dengan beragam olahan ayam yang biasa dikonsumsi di tanah airnya. Ia mengira bagian ceker sudah yang paling ekstrem, namun ternyata masih ada jeroan hingga kepala ayam yang menjadi bagian masakan sehari‑hari.
Ayam memang unggas yang banyak dimakan di Indonesia. Namun bagian yang dimakan tidak hanya daging tubuh. Banyak orang Indonesia yang mengonsumsi jeroan, kaki atau ceker ayam, bahkan kepala ayam. Kebiasaan ini sering disebut karena harganya terjangkau, mudah didapat, dan rasanya gurih. Semua bagian tersebut fleksibel diolah menjadi masakan tradisional, sehingga tekstur dan rasa menjadi daya tarik tersendiri.
Lewat unggahan di akun Instagram @keluarga.inade, pria ini mengaku terkejut. “Saya menikah dengan orang Indonesia, tetapi tidak ada yang memperingatkanku,” ujarnya dalam bahasa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa di Jerman, ayam yang biasa dimakan hanya bagian dada dan paha.
Ketika ia menikah dengan pasangan Indonesia, ia terkejut ketika menemukan bahwa di Indonesia mereka makan kaki ayam, lengkap dengan kuku. “Tetapi di Indonesia mereka makan kaki ayam, dengan kuku,” tambahnya.
Ia mengira ceker sudah yang paling ekstrem, namun ternyata masih ada bagian lain. “Saya pikir itu sudah yang paling ekstrem (ceker ayam) ternyata belum. Terus dia (istrinya) bilang coba jeroan. Saya cari artinya, saya menyesal,” ujarnya. Ia menyesali tidak pernah mencoba jeroan sebelum menikah.
Bagian yang paling membuatnya trauma adalah kepala ayam. Menurutnya, kepala ayamnya seolah melihat dirinya saat dimakan. “Awalnya saya pikir ini pernikahan, ternyata ini ujian lambung,” pungkasnya dalam video.
Meski bagian ayam tersebut ekstrem, ia mengaku terkadang rasanya enak. Ia sering mencoba berbagai olahan, dari sup hingga gulai, dan menemukan cita rasa yang berbeda.
Unggahan tersebut lalu viral di media sosial. Netizen Indonesia berpendapat bahwa orang Indonesia pantang membuang makanan selama masih halal untuk dimakan. “Orang Indonesia itu pantang buang-buang makanan selama masih halal untuk dimakan,” komentar seorang netizen. Netizen lain menambahkan, “Cuma bulunya doang bang yang gak di makan,” sambil mengingatkan bahwa bulu ayam biasanya tidak dimakan.
Beberapa netizen juga mengomentari perbedaan kebiasaan di luar negeri. “Kalo di luar negri kepala ayam, ceker di jadikan makan ternak..,” ujar netizen lain, menyoroti bahwa di beberapa negara bagian ayam tersebut biasanya tidak dimakan oleh manusia.
Namun tidak semua orang Indonesia menyukai jeroan atau kepala ayam. Beberapa orang lebih memilih bagian daging biasa atau bahkan tidak terbiasa makan bagian-bagian tersebut. Kebiasaan ini sangat bergantung pada latar belakang budaya dan preferensi pribadi.
Menurut laporan dari Halodoc.com (11 Februari 2024), kepala ayam tidak otomatis beracun atau berbahaya, tetapi memiliki karakteristik yang membuatnya perlu dikonsumsi lebih hati‑hati dibandingkan daging ayam biasa. Kepala ayam mengandung protein yang berperan dalam pembentukan jaringan tubuh, kolagen dari tulang rawan, serta mineral seperti kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang. Selain itu, kepala ayam juga mengandung lemak dan kolesterol.
Ceker ayam juga menawarkan nutrisi yang tidak kalah bermanfaat. Bagian ini mengandung fosfor, selenium, zinc, kolin, vitamin B kompleks, vitamin K, serta menjadi sumber gelatin dan kolagen yang baik. Meskipun mengandung nutrisi penting, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kolesterol tinggi.
Oleh karena itu, meskipun mengonsumsi kepala dan ceker ayam diperbolehkan, disarankan untuk membatasi porsi dan memastikan bagian tersebut diolah sampai bersih, agar risiko bahaya dapat dihindari.
Secara keseluruhan, kebiasaan makan semua bagian ayam di Indonesia mencerminkan nilai ekonomi dan rasa yang dihargai, meski tidak semua orang menyukai bagian tertentu. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa dalam budaya kuliner Indonesia, tidak ada bagian yang dianggap sia-sia selama masih halal untuk dimakan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dr Priya Bakal Kue Seri Muka, Gak Jelas Pandan Jadi Rumput
Turis Singapura Terkejut Tagihan 902 Ringgit Ikan Patin
Promo Makanan Nobar Piala Dunia 2026, Harga Hemat
Indomilk Gelar Roadshow Pastry Mini & Coffee Pairing
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Menghebohkan Ratusan Ribu Rupiah
Pemerintah Tambah Perluasan Jaringan Internet di Pedesaan
Berita Terbaru
Suporter Jepang Bersihkan Stadion Pasca Piala Dunia 2026
JELI IPO 07 Juli 2026: Pasar Modal Rendah, IPO Langka
Blokade Selat Hormuz Berakhir, Trump dan Iran Tandatangani
Tewas 72 Tahun I Ketut Sadra Ditemukan di Semak‑Semak
16 Juni 2026 Libur Nasional: Peringatan Tahun Baru Islam
Garasi di trotoar Jalan Ambon dibongkar Satpol PP Pemerintah
Bali & Jakarta: Wisata Menyesak di Tengah Komersialisasi
