Pria Malaysia Menang Lomba Memancing, Dapat Rp 4,3 Miliar
Gambar atau konten salah?
Seorang pria Malaysia berusia 35 tahun, Muhammad Khalis Zulkifle, menjadi juara pertama lomba memancing di Kolam Titi Mega, Alor Setar, Kedah. Ia berhasil menangkap ikan lele seberat 9,5 kilogram dan pulang membawa hadiah uang sebesar Rp 4,3 miliar.
Hasil tangkapan ini menandai perbedaan besar dibandingkan ikan lele biasa yang biasanya hanya ratusan gram. Khalis, yang dikenal sebagai ayah empat anak, tak menyangka aktivitas memancing yang awalnya biasa saja akan mengubah hidupnya dalam sekejap.
Ia mendaftar lomba dengan biaya pendaftaran RM 220 (Rp 960 ribu) dan hanya menggunakan satu joran. “Saya memancing hanya dengan satu joran (alat). Sekitar 40 menit setelah lomba dimulai, saya berhasil menangkap ikan lele raksasa itu dan mulai merasa cemas, apakah ada peserta lain yang mendapatkan ikan lebih besar,” ujarnya.
Setelah diumumkan sebagai pemenang, Khalis merasa terharu. “Alhamdulillah, saya menganggap ini sebagai rezeki, apalagi bertepatan dengan ulang tahun ke-10 anak ketiga saya. Saat nama saya diumumkan, saya sempat tidak bisa berkata-kata,” kata Khalis.
Tangkapan ikan lele seberat 9,5 kilogram mengungguli lebih dari 10.000 peserta lain. Kemenangan ini tidak hanya memberi hadiah uang, tetapi juga menambah tantangan baru bagi Khalis. Ia harus berhati-hati dalam mengelola uang yang diterimanya.
“Ada lebih dari 1.000 orang menghubungi saya lewat WhatsApp, pesan singkat, dan media sosial untuk meminta uang, kebanyakan tidak saya kenal,” ungkapnya. Khalis sebelumnya aktif mengikuti lomba memancing di berbagai daerah di Malaysia selama empat tahun terakhir dan juga menjalankan usaha penjualan minyak umpan racikan sendiri.
Ke depan, Khalis berencana memanfaatkan Rp 4,3 miliar tersebut untuk membangun rumah, mengembangkan usaha kuliner sang istri, serta menyiapkan tabungan untuk masa depan keluarganya. Ia juga ingin menggunakan sebagian uangnya untuk membantu istrinya mengembangkan usaha kuliner mereka.
Peristiwa ini menyoroti bagaimana keberuntungan dalam satu kompetisi dapat mengubah nasib seseorang secara drastis. Khalis, yang awalnya hanya memancing untuk rekreasi, kini menjadi contoh bagaimana ketekunan dan keberuntungan dapat menghasilkan peluang besar bagi keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
