Prof Epi Tekankan Kualitas Susu Dimulai dari Peternakan

Fitri A. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Prof Epi Tekankan Kualitas Susu Dimulai dari Peternakan

Gambar atau konten salah?

Prof Dr Ir Epi Taufik mengungkapkan bahwa kualitas susu tidak hanya ditentukan di pabrik, melainkan dimulai dari peternakan. Ia menekankan pentingnya kesehatan sapi, pakan yang baik, dan kebersihan kandang. Kualitas susu, menurutnya, berawal dari sapi perah yang sehat dan terawat, lalu diolah secara alami menjadi susu. Susu dikumpulkan oleh peternak sebelum dikirim ke pabrik untuk diproses menjadi berbagai produk.

“Agar susu berkualitas, bersih, dan higienis, diperlukan standar yang ketat. Kualitas susu sangat bergantung pada praktik peternakan, mulai dari kesehatan sapi, kecukupan pakan, hingga kebersihan lingkungan kandang,” ujar Prof Epi pada acara Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti yang digelar di Atrium BXC 2, Tangerang Selatan pada 31 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa susu yang dihasilkan memiliki nilai gizi tinggi, jumlah bakteri rendah, dan aman untuk dikonsumsi.

Prof Epi menekankan bahwa menjaga kualitas susu harus dilakukan sepanjang rantai produksi, dari peternakan hingga sampai ke tangan konsumen. Ia menyebut konsep ini sebagai “from the grass to the glass.” “Kalau di peternakannya susunya kotor, lingkungannya kotor, peternaknya tidak memperhatikan higiene dan sanitasi, pasti susunya jelek. Dan pasti tidak oleh FFI itu,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa susu adalah minuman kita semua, sehingga tidak boleh sembarangan.

Selain itu, Prof Epi mengapresiasi komitmen FFI yang tidak hanya membeli susu dari peternak, tetapi juga memberikan pendampingan dan pembinaan agar kualitas susu semakin baik. Ia mengatakan, “Nah itulah kenapa FFI kemudian juga, karena ini berarti kan simbiosis mutualisme ya, FFI juga membutuhkan susu yang berkualitas tinggi, peternak membutuhkan pasar yang membeli, maka saya tahu persis.” Ia menambahkan bahwa FFI melibatkan akademisi dalam program pengembangan peternak.

Program Young Progressive Farmer Academy (YPFA) menjadi salah satu inisiatif FFI. Melalui YPFA, sejumlah peternak mendapat kesempatan mengikuti pelatihan langsung di Belanda. “Ada peternak yang diberangkatkan ke Belanda untuk melihat langsung bagaimana peternakan di sana menghasilkan susu berkualitas. Ini menunjukkan komitmen FFI dalam membina peternak agar terus berkembang dan menghasilkan susu dengan standar tinggi,” kata Prof Epi.

Marketing Director Intan Ayu Kartika menekankan bahwa susu merupakan investasi kesehatan jangka panjang karena mengandung nutrisi penting. Ia menyebut, “Susu mengandung nutrisi makro dan mikro seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang berperan mendukung perkembangan otak, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu tubuh tetap kuat dan aktif di setiap tahapan kehidupan.” Ia menegaskan bahwa FFI telah hadir lebih dari 100 tahun, terus menghadirkan inovasi produk sesuai kebutuhan keluarga.

FFI bekerja sama dengan lebih dari 30 ribu peternak sapi perah lokal yang setiap hari memasok ratusan ton susu segar ke pabrik FFI di Cikarang, Jawa Barat. Melalui program YPFA, FFI berupaya mencari peternak muda berpikiran progresif. Program ini bertujuan mengembangkan peternakan sapi perah yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat sehat, sejahtera, dan selaras dengan lingkungan.

Salah satu peserta YPFA, Rumini, perwakilan peternak sapi perah lokal perempuan, berbagi pengalamannya selama dua minggu intensif di Belanda. Ia mengatakan, “Kami belajar banyak dari sistem peternakan di Belanda. Beberapa praktik yang kami pelajari dapat diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan dan produksi susu.” Rumini juga mengucapkan terima kasih kepada FFI atas edukasi dan pendampingan yang konsisten.

Talkshow “Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti” menjadi bagian dari rangkaian acara Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti yang berlangsung pada 29-31 Mei 2026 di Atrium BXC 2, Tangerang Selatan. Selain talkshow bersama Prof Dr Ir Epi Taufik, acara ketiga juga menampilkan talkshow dengan influencer Shabira Alula dan mom. Hari terakhir diramaikan oleh penampilan dari ibu maupun si kecil, termasuk Tari Bajul Ijo, Tari Janger Bali, dan dance performance. Penampilan modern dance, choir, serta musik dari Mydoremi Musical Studio menutup rangkaian acara.

Setelah Bintaro, acara Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti juga akan hadir di Tunjungan Plaza, Surabaya pada 19-21 Juni 2026. Acara ini menonjolkan sinergi antara industri susu, peternak lokal, dan akademisi, sekaligus menampilkan budaya serta inovasi produk susu yang aman dan berkualitas.

Melalui kolaborasi ini, FFI tidak hanya memastikan pasokan susu berkualitas tinggi, tetapi juga mendukung peternak lokal untuk meningkatkan praktik peternakan. Pendekatan “from the grass to the glass” menekankan pentingnya kualitas sejak awal, sehingga konsumen dapat menikmati susu yang aman, higienis, dan bernutrisi tinggi. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana industri susu dapat berperan dalam kesehatan masyarakat sekaligus memajukan peternakan lokal.

Susu berkualitasPeternak lokalFFIYPFADari rumput ke gelasKesehatan sapiNutrisi susu

Komentar

Memuat komentar...