Program Sekolah Rakyat Jatim: 19 Pusat Gratis bagi Anak Miskin
Gambar atau konten salah?
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan berasrama gratis yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program ini ditujukan bagi anak-anak keluarga miskin atau rentan, yang berada pada desil satu hingga empat menurut data Kemensos dan Badan Pusat Statistik. Tujuannya adalah memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan pendidikan formal dari tingkat SD hingga SMA.
Setiap sekolah yang masuk dalam program ini akan menyediakan fasilitas lengkap: asrama, makanan bergizi, seragam, dan akses ke pendidikan formal yang diakui standar. Selain itu, siswa akan mendapatkan layanan kesehatan gratis, program pemberdayaan orang tua, dan akses ke bantuan sosial seperti PKH serta sembako. Semua fasilitas ini diatur agar siswa dapat fokus belajar tanpa terbebani biaya hidup.
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu. Ia mengintegrasikan beberapa program unggulan pemerintah, termasuk Pemberdayaan Orang Tua Siswa, Program 3 Juta Rumah untuk perbaikan rumah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Jaminan Kesehatan bagi orang tua dan siswa melalui PBI-JK. Keluarga peserta juga menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga mereka dapat mengakses layanan keuangan mikro.
Di dalam Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya menerima pelajaran akademik. Mereka juga dibekali pendidikan karakter dan keterampilan. Proses pengembangan bakat dimulai sejak masuk sekolah melalui DNA Talent Mapping, yang menilai minat dan potensi siswa. Dengan pendekatan ini, siswa diarahkan ke jalur pendidikan lanjutan atau ke dunia kerja sesuai keahlian yang dimiliki.
Berikut adalah 19 lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Timur, yang meliputi jenjang SD, SMP, dan SMA. Beberapa di antaranya menggunakan gedung pemerintah atau fasilitas pendidikan yang sudah ada:
- SMP di Gedung Balai Diklat BPSDM Kabupaten Mojokerto
- SMP di kampus Politeknik Kota Malang
- SD, SMP, dan SMA di Balai Diklat PNS Licin Banyuwangi
- SMP dan SMA di Eks Gedung Kantor Bupati Pasuruan
- SMA di kampus Unesa Lidah Wetan Surabaya
- SMP dan SMA di UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Mojoagung Jombang
- SMA di Balai Pengembangan Potensi ASN Kabupaten Kediri
- SMA di Gedung Diklat Kepegawaian dan Pengembangan SDM Pacitan
- SMP dan SMA di Rusunawa Kota Probolinggo
- SMP di Jalan Veteran Kota Pasuruan
- SMP dan SMA di Gedung BLKI Kecamatan Latsari Kabupaten Tuban
- SMA di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Tuban
- SMA di Desa Mriyunan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik
- SD, SMP, dan SMA di gedung UPT Sentra Industri Kabupaten Ponorogo
- SMP di Jalan Jokotole Indah Kecamatan Pademawu Pamekasan
- SD, SMP, dan SMA di Jalan Dr Soebandi Kecamatan Patrang Jember
- SMP di UPT PPSPA Dinas Sosial Jatim di Kota Batu
- SMA di gedung BPSDM Jatim di Jalan Kawi Kota Malang
- SMA di SMKN Maritim Lamongan
Menurut Restu Novi, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, setiap sekolah diperkirakan akan menerima sekitar 1.000 siswa. Namun, pendaftaran tidak dilakukan secara online seperti PPDB biasa. Prosesnya lebih bersifat langsung dan berbasis data.
Untuk memenuhi syarat, keluarga calon siswa harus berada pada desil satu atau dua, berdasarkan data resmi Kemensos dan BPS. "Keluarga calon siswa harus masuk desil satu dan desil dua berdasarkan data Kemensos dan BPS," ujar Restu Novi. Jika keluarga belum terdata tetapi memang tidak mampu, tim Kemensos dan BPS akan melakukan survei lapangan untuk verifikasi.
Orang tua atau wali dapat mengunjungi langsung Dinas Sosial Kabupaten atau Kota, atau menghubungi pihak Dinsos setempat untuk pendataan. Data yang dikumpulkan akan diverifikasi secara ketat. Setelah lolos verifikasi, calon siswa masuk ke proses seleksi lanjutan. Proses seleksi ini menilai kesiapan siswa secara akademik dan sosial.
Beberapa bangunan Sekolah Rakyat masih dalam tahap pembangunan permanen oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Meski demikian, program ini sudah ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027. Sebagai langkah awal, fasilitas gedung yang sudah tersedia akan dimanfaatkan, sehingga siswa dapat segera masuk sekolah tanpa menunggu pembangunan selesai.
Program Sekolah Rakyat di Jawa Timur menandai langkah konkret pemerintah dalam mengatasi ketimpangan pendidikan. Dengan menyediakan pendidikan gratis, asrama, dan layanan kesehatan, program ini memberi peluang bagi anak-anak keluarga miskin untuk tetap bersekolah dan mengembangkan potensi. Keberadaan 19 sekolah di berbagai wilayah juga menunjukkan komitmen daerah dalam menyebarkan akses pendidikan yang merata.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
185 Posisi PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2026 untuk SMA/SMK
Maroko Hadapi Brasil di Piala Dunia 2026: Titik Awal Baru
Sabar & Reza Raih Kemenangan Semifinal Open Australia 2026
IPO SpaceX Bawa Jutaan Rupiah bagi Ribuan Karyawan
Banjir di Jakarta Wabah Sakit Flu, Banyak Rumah Terendam
MUI Minta Prabowo Jaga Purbaya, Menteri Keuangan Serta
Trans Snow World Bintaro: Promo Snowdeals, Mini Train Gratis
