Program Studi Gizi Jadi Jurusan Paling Dicari, BGN Sukses MBG

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Program Studi Gizi Jadi Jurusan Paling Dicari, BGN Sukses MBG

Gambar atau konten salah?

BGN memaparkan bahwa Program Studi Gizi kini menjadi salah satu jurusan yang paling dicari. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan hal itu di Makassar pada 28 April 2026.

Program MBG atau Makan Bergizi Gratis telah memunculkan perubahan besar di sektor kesehatan dan pendidikan. Setiap SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang terdaftar dalam program ini diwajibkan mempekerjakan tenaga ahli gizi.

“Program studi gizi yang dulu tidak terlalu diminati, sekarang justru menjadi yang paling laku karena kebutuhan di lapangan sangat besar,” ungkap Dadan saat wawancara. Ia menegaskan bahwa peningkatan minat ini selaras dengan lonjakan permintaan tenaga ahli gizi di berbagai daerah.

Setiap SPPG harus memiliki setidaknya satu ahli gizi. “Setiap SPPG harus ada ahli gizi, karena yang kita tetapkan bukan menu nasional, tetapi standar komposisi gizi. Jadi harus ada yang meramu sesuai potensi lokal,” tambahnya. Dengan jumlah SPPG mencapai puluhan ribu unit, kebutuhan tenaga ahli gizi diperkirakan melonjak tajam.

Selain tenaga ahli, BGN juga membuka peluang bagi profesional dari latar belakang lain seperti kesehatan masyarakat, teknologi pangan, pengolahan makanan, dan keamanan pangan. Langkah ini bertujuan mempercepat penyediaan sumber daya manusia seiring ekspansi MBG.

Keberadaan ahli gizi menjadi kunci menjaga kualitas program. Pendekatan berbasis potensi lokal di setiap daerah menuntut keahlian khusus. Dadan menegaskan bahwa kebutuhan tenaga gizi akan terus meningkat seiring perluasan program.

Fenomena ini mendorong perguruan tinggi untuk menyesuaikan kurikulum dan kapasitas pendidikan di bidang gizi dan pangan. Banyak institusi kini menambah kelas, memperluas fasilitas laboratorium, dan mengadakan kerja sama dengan SPPG untuk memfasilitasi praktik lapangan.

Di sisi lain, BGN juga menyiapkan program pelatihan bagi tenaga yang belum memiliki latar belakang gizi. Dengan demikian, tenaga kerja yang relevan dapat segera beradaptasi dan memenuhi standar MBG.

Secara keseluruhan, lonjakan permintaan tenaga ahli gizi menandai pergeseran signifikan dalam pendidikan dan pasar kerja. Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang karir bagi banyak lulusan. Dengan terus berkembangnya SPPG, kebutuhan akan ahli gizi akan tetap tinggi, mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam penyediaan tenaga profesional di bidang ini.

Program Studi GiziBGNMBGSPPGtenaga ahli gizipendidikan gizi

Komentar

Memuat komentar...