PSIM Menang 2-1 atas Madura United, Hindari Degradasi
Gambar atau konten salah?
PSIM menangkan laga 2-1 melawan Madura United di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 17 Mei 2026. Pertandingan ini menjadi ajang penting bagi PSIM yang bertekad menghindari degradasi.
Gol pertama datang dari Riyatno Abiyoso, diikuti oleh M. Iqbal. Sementara Sapeh Kerrab mencetak satu gol untuk Madura United, dan Junior Brandao memberikan balasan satu gol bagi PSIM.
Pelatih PSIM, Jean‑Paul Van Gastel, mengungkapkan kepuasan atas kemenangan ini. Ia mengatakan, “Menurut saya di babak pertama kami bermain sangat bagus. Kami menciptakan banyak peluang dan mencetak dua gol. Saya benar-benar menikmati dari bangku cadangan,” setelah laga.
Van Gastel menilai bahwa performa tim menurun di babak kedua. Ia menyoroti ketegangan yang muncul ketika Madura United membutuhkan poin. “Di babak kedua, kami tahu bahwa mereka harus bermain habis‑habisan dan mengambil banyak risiko sehingga kami cukup kesulitan. Pada akhirnya, kami harus berjuang untuk tiga poin karena kartu merah bodoh Donny. Menurut saya, kami pantas menang di akhir pertandingan,” paparnya.
Donny Warmerdam menerima kartu merah menjelang akhir laga, membuat PSIM harus bermain dengan sepuluh pemain. Van Gastel menyesalkan kesalahan pemain tersebut namun tetap memuji timnya layak menang.
Bek andalan PSIM, Jop Van der Avert, menegaskan bahwa kemenangan ini diserahkan kepada para pendukung. Ia berkata, “Kami tahu hari ini tiketnya terjual habis dan kami sudah membicarakannya dengan tim sebelum pertandingan. Saya rasa di babak pertama kita benar-benar bisa melihat bahwa para penggemar memberi banyak energi dan kami membalasnya dengan dua gol sangat bagus,” tegasnya.
PSIM menghadapi tekanan besar karena hasil ini penting bagi posisi mereka di liga. Dengan dua gol yang mencetak, mereka memanfaatkan energi suporter untuk mengamankan tiga poin.
Secara keseluruhan, kemenangan 2-1 menunjukkan kemampuan PSIM untuk bertahan di bawah tekanan, sekaligus menegaskan peran suporter dalam mendukung tim di Stadion Sultan Agung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
