PT KAI Umumkan Jalur Kereta Api ke Papua, Jayapura Pusat
Gambar atau konten salah?
PT KAI mengumumkan rencana ambisius untuk membangun jalur kereta api di Papua, sebuah langkah yang diharapkan membuka akses baru bagi wilayah timur Indonesia. Pertemuan penting antara Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, dan jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia diadakan pada 16 April 2026 untuk membahas detail proyek tersebut.
Gubernur Fakhiri menyatakan bahwa rencana ini akan menghubungkan Kota Jayapura dengan Kabupaten Jayapura. Ia menambahkan, “Kehadiran kereta api di wilayah timur Indonesia itu juga tidak lepas dari perhatian pemerintah pusat,”. Dengan memulai di kota Jayapura, proyek ini menjadi pijakan bagi jaringan kereta api yang lebih luas di seluruh Papua.
Fakhiri mengharapkan proyek ini dapat menjadi awal dari pengembangan jaringan transportasi yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan di Papua. Ia juga menekankan bahwa kereta api tidak hanya akan menjadi sarana transportasi bagi masyarakat, tetapi juga akan dijadikan alat untuk mengangkut barang. “Kereta api juga bukan hanya transportasi untuk masyarakat akan tetapi bakal dijadikan akutan serta mobilisasi barang nantinya,” ujarnya.
Jika tidak ada hambatan, tim ahli PT KAI yang didampingi tim khusus dari Provinsi Papua akan melakukan survei rute pada akhir bulan April. Survei ini bertujuan menentukan jalur rel kereta api pertama di provinsi tersebut.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasydin, menilai pertemuan tersebut sebagai langkah positif dalam mendorong realisasi kehadiran kereta api di Papua. Menurutnya, pembangunan kereta api di Papua bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun peradaban dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dari sisi ekonomi, kehadiran kereta api diyakini dapat membuka akses baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ucap Dirut PT KAI itu.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan visi jangka panjang, proyek ini diharapkan menjadi katalis bagi pembangunan infrastruktur di Papua. Konektivitas yang lebih baik dapat mempercepat distribusi barang, membuka lapangan kerja, dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi lokal. Proyek ini menandai langkah awal menuju jaringan kereta api yang merata di seluruh provinsi, membawa harapan bagi masyarakat Papua akan masa depan transportasi yang lebih terintegrasi dan efisien.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
