PT Solusi Bangun Tbk Laba Rp101,9 Miliar Kuartal Pertama 2026
Gambar atau konten salah?
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatat laba bersih kuartal pertama 2026 sebesar Rp 101,89 miliar, naik 111,3 % dibandingkan kuartal yang sama tahun 2025, ketika laba bersihnya hanya Rp 48,22 miliar.
Perusahaan ini adalah perusahaan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52 %) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang biasa disebut SIG.
Direktur Utama Solusi Bangun, Rizki Kresno Edhie Hambali, menyatakan bahwa hasil ini menandakan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten. “Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menjaga momentum bisnis,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.”
Perkembangan ini terjadi di tengah industri semen yang mulai menunjukkan tanda pemulihan. Walaupun tingkat utilisasi industri semen domestik masih berada di kisaran 53,9 % dibandingkan total kapasitas industri yang mencapai 124 juta ton, Solusi Bangun berhasil menjaga kinerja kuat melalui peningkatan penjualan, pengelolaan biaya disiplin, dan penerapan operational excellence dalam proses produksi.
Kuartal pertama 2026, perusahaan mencatat volume penjualan semen dan terak sebesar 2,92 juta ton, meningkat 1,4 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan penjualan tersebut turut mendorong pendapatan menjadi Rp 2,56 triliun, tumbuh 3,6 % YoY. EBITDA mencapai Rp 358 miliar, naik 14,3 % dari 2025.
Dari sisi operasi, Solusi Bangun terus memperkuat optimalisasi produksi dan efisiensi energi. Salah satu upaya adalah peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya mendorong operasi yang lebih berkelanjutan. Inisiatif ini menghasilkan sertifikat Green Label predikat Platinum untuk Pabrik Lhoknga di Aceh, Pabrik Narogong di Jawa Barat, dan Pabrik Cilacap di Jawa Tengah. Pabrik Tuban di Jawa Timur menerima sertifikat Green Label predikat Gold.
Asosiasi Perusahaan Semen Indonesia (Asperssi) memproyeksikan penjualan semen di dalam negeri akan naik sekitar 1‑2 % pada 2026. Kinerja positif Solusi Bangun pada kuartal pertama menjadi momentum bagi perusahaan untuk melanjutkan tren pertumbuhan.
Selain optimalisasi pengelolaan pemasaran dan penjualan serta peningkatan operational excellence, Solusi Bangun juga menyiapkan langkah ekspansi melalui ekspor dari fasilitas dermaga dan produksi di Tuban, Jawa Timur. Dengan rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas pemuatan terintegrasi, perusahaan akan segera memulai ekspor ke pasar Amerika Serikat. Peningkatan kapabilitas ini diyakini membuka akses ke pasar baru di luar permintaan domestik, sekaligus mendorong peningkatan utilisasi pabrik serta menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil.
“Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetap juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Rizki.
Di tahun 2026, Solusi Bangun turut berkontribusi dalam beberapa proyek strategis. Salah satunya adalah perbaikan jalan Tol Pejagan‑Pemalang menggunakan teknologi beton fast track yang memungkinkan percepatan waktu pengerjaan hanya dalam 3 hari. Perusahaan juga terlibat dalam pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara di Subang, Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan sektor manufaktur regional.
Hasil keuangan, peningkatan penjualan, dan inisiatif keberlanjutan menunjukkan bahwa Solusi Bangun Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan dinamika industri semen. Kinerja kuartal pertama 2026 memberi sinyal bahwa perusahaan berada pada jalur yang tepat untuk mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas, sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui ekspor dan proyek infrastruktur strategis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
