Puasa 1 Muharram 1448 H: Jadwal dan Niat di 16 Juni 2026

Dani L. · 2 min baca · 7 jam lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Puasa 1 Muharram 1448 H: Jadwal dan Niat di 16 Juni 2026

Gambar atau konten salah?

Di bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan saleh, salah satunya adalah puasa sunnah. Menurut buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Berbagai panduan menjelaskan kapan puasa 1 Muharram dapat dilaksanakan. Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026, yakni hari Selasa. Sehingga, bagi yang berencana puasa, hari tersebut menjadi titik awal yang tepat.

Seperti ibadah puasa lainnya, puasa 1 Muharram harus diawali dengan niat. Niat ini dapat dilakukan sejak malam sebelumnya, yakni pada 15 Juni 2026 setelah waktu Maghrib. Berikut niat yang sering diikuti:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ
Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ.”

Pengucapan niat ini dapat dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Bagi yang lupa atau belum sempat niat pada malam hari, masih diperbolehkan berpuasa dengan membaca niat yang sama sampai waktu Dzuhur tiba di hari tersebut. Hal ini dengan syarat, setelah fajar sampai membaca niat belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa.

Puasa Muharram menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena dianggap sebagai puasa utama setelah puasa Ramadhan. Menurut laman Rumasho, hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
(“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” HR. Muslim no. 1163)

Menurut buku Panduan Shalat Sunah Lengkap karya KH Muhammad Sholikhin, puasa sunnah ini tidak hanya terbatas pada tanggal 1 Muharram saja. Namun, puasa sunah Muharram dapat diambil satu hari, yakni pada tanggal 1 Muharram. Lebih utama jika puasa dikerjakan selama 10 hari, yakni dari tanggal 1 Muharram sampai tanggal 10 Muharram (puasa Asyura).

Rasulullah dalam Sunan Abu Dawud membedakan antara “Shaum Al‑Muharram” (puasa pada bulan Muharram) dengan “Shaum Yaum ‘Asyura” (puasa pada hari kesepuluh bulan Muharram). Ia menyebutkan bahwa berpuasa pada bulan Muharram (bukan puasa tanggal 10 Muharram) adalah puasa yang paling utama setelah berpuasa pada bulan Ramadhan (Sunan Abu Dawud, 2: 323). Hadis serupa juga disebutkan oleh Imam Muslim dalam Fadhail Al‑A'mal, hlm. 59‑60, no. 192.

Selain puasa 1 Muharram, waktu utama untuk puasa di bulan Muharram adalah 9 dan 10 Muharram, yang dikenal dengan puasa Asyura dan Tasua. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, jadwalnya sebagai berikut:

Puasa Tasua 9 Muharram 1448 H = 24 Juni 2026
Puasa Asyura 10 Muharram 1448 H = 25 Juni 2026

Dengan informasi ini, umat dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan puasa 1 Muharram dan puasa puasa penting lainnya di bulan Muharram. Menjalankan ibadah ini sesuai jadwal dan niat yang benar akan memperkuat ketakwaan dan kedekatan spiritual. Puasa 1 Muharram, bersama puasa Asyura dan Tasua, menawarkan kesempatan bagi setiap Muslim untuk menambah pahala dan memperdalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Puasa 1 MuharramAsyuraTasuaKalender Hijriah 2026niat puasaRasulullah SAWShalat malam

Komentar

Memuat komentar...