Puasa Arafah: Persiapan Hari Raya Idul Adha 2026 Tanggal

Maya K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 122 dibaca
Bisik.id
Puasa Arafah: Persiapan Hari Raya Idul Adha 2026 Tanggal

Gambar atau konten salah?

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan adalah Puasa Arafah, yang dilaksanakan tepat sehari sebelum Idul Adha. Puasa ini tidak hanya memiliki nilai amal, tetapi juga dikatakan memiliki keutamaan besar bagi yang menjalankannya dengan ikhlas. Bahkan dalam hadits disebutkan bahwa puasa ini dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.

Puasa Arafah merupakan puasa muakkad, atau sangat dianjurkan, yang khusus dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Nama “Arafah” diambil dari padang Arafah di Mina, tempat para jamaah haji melakukan wukuf pada puncak ibadah haji. Ibadah ini ditujukan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan haji, sehingga mereka dapat merasakan keistimewaan hari tersebut.

Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Dzulhijjah jatuh pada 18 Mei 2026 dan 9 Dzulhijjah pada 26 Mei 2026. Berikut rincian jadwal ibadah yang direncanakan:

• Puasa Dzulhijjah: 18 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 • Puasa Tarwiyah: 25 Mei 2026 • Puasa Arafah: 26 Mei 2026 • Hari Raya Idul Adha: 27 Mei 2026

Perlu dicatat bahwa tanggal-tanggal tersebut masih bersifat perkiraan. Penetapan resmi akan dilakukan melalui sidang isbat yang dijadwalkan pada 17 Mei 2026. Oleh karena itu, umat disarankan untuk menyesuaikan diri dengan keputusan akhir.

Berikut bacaan niat yang harus diucapkan sebelum memulai puasa:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.” Niat ini menjadi dasar setiap ibadah, termasuk puasa Arafah.

Pelaksanaan puasa Arafah yang baik melibatkan beberapa langkah sederhana namun penting:

1. Membaca niat dengan tulus pada waktu yang tepat, mengarahkan hati kepada Allah SWT. 2. Sahur tetap dianjurkan, sama seperti puasa-puasa sunnah lainnya, agar tubuh memiliki stamina selama berpuasa. 3. Menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, mulai dari berbicara, makan, hingga perilaku yang melanggar syariat, dari subuh hingga matahari terbenam.

Keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH. Muhammad Habibillah. Berikut beberapa poin penting:

1. Diampuni dosa 2 tahun Bagi yang menjalankan puasa Arafah, dosa setahun sebelumnya dan setahun berikutnya diampuni. Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam beberapa hadits:

وَسُبِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْماضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ. Artinya: “Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.'” (HR. Muslim)

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ. Artinya: “Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

2. Bebas dari api neraka Hadits lain menegaskan bahwa hari Arafah adalah hari yang paling banyak membebaskan hamba dari api neraka:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ. Artinya: “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah.” (HR. Muslim)

3. Doa paling baik Doa pada hari Arafah dianggap paling utama. Hadits berikut menjelaskan hal tersebut:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٍ. Artinya: “Sebaik‑baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik‑baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan, La’ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir’ (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi‑Nya. Miliki‑Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi)

Dengan memahami apa itu Puasa Arafah, keutamaan, niat, jadwal, dan pelaksanaannya, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan penuh makna. Menjalankan puasa Arafah bukan sekadar menahan lapar, melainkan juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, menghapus dosa, dan menambah pahala yang besar.

Secara keseluruhan, Puasa Arafah menawarkan kesempatan bagi umat Islam untuk memperdalam ibadah, memohon ampunan, dan merasakan kedekatan dengan Allah. Melalui niat yang tulus, sahur yang tepat, dan penahanan diri, puasa ini menjadi sarana penting dalam persiapan menuju Hari Raya Idul Adha.

Puasa ArafahHari Raya Idul AdhaKeutamaan Puasa ArafahDosa diampuniJadwal IbadahNiat PuasaKementerian Agama Indonesia

Komentar

Memuat komentar...