Puasa Dzulhijjah 2026: Sembilan Hari pada 18-26 Mei
Gambar atau konten salah?
Puasa sunnah Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Puasa ini dilaksanakan pada awal bulan Dzulhijjah, sebelum perayaan Hari Raya Idul Adha. Menurut buku Cinta Shaum, Zakat, dan Haji karya Miftahul Achyar Kertamuda, puasa Dzulhijjah dilakukan selama 10 hari di bulan tersebut. Enam belas hari pertama, yaitu 1–9 Dzulhijjah, dijalankan dengan puasa penuh. Pada hari kesepuluh yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, umat hanya berpuasa sampai selesai melaksanakan sholat Id. Setelah itu, melanjutkan puasa dilarang karena menjadi haram.
Puasa Dzulhijjah biasanya dilaksanakan selama 9 hari, mulai tanggal 1 hingga 9. Anjuran ini bersumber pada beberapa hadits. Salah satu hadits riwayat Tirmidzi menyatakan: “Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk dipakai beribadah lebih dari sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan sholat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan sholat pada malam lailatul qadar.” (HR. Tirmidzi)
Hadits lain, dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang tahun, mencatat bahwa Ummul Mu'minin Hafsah berkata, “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud). Dengan redaksi berbeda, Hunaidah bin Kholid meriwayatkan dari istrinya yang memperoleh riwayat dari beberapa istri Rasulullah SAW, berkata “Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah, pada hari Asyura (10 Muharram), dan tiga hari di setiap bulan.” (HR. Abu Dawud).
Para sahabat juga melaksanakan puasa selama sembilan hari di awal Dzulhijjah. Ibnu Umar, serta ulama lain seperti Hasan Bashri, Ibnu Sirin, dan Qatadah, menegaskan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Pendapat mayoritas ulama menegaskan bahwa puasa ini sah dan dianjurkan.
Puasa Dzulhijjah memiliki perbedaan niat tergantung tanggalnya. Pada tanggal 8 Dzulhijjah disebut puasa Tarwiyah, sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa Arafah karena bertepatan dengan Hari Arafah. Berikut niatnya, diambil dari laman Nahdlatul Ulama:
- Niat Puasa 1–7 Dzulhijjah: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى – “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ.”
- Niat Puasa 8 Dzulhijjah (Tarwiyah): نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى – “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ.”
- Niat Puasa 9 Dzulhijjah (Arafah): نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى – “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'âlâ.”
Waktu membaca niat puasa Dzulhijjah biasanya dilakukan pada malam hari, mulai terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Namun, karena puasa ini bersifat sunnah, bagi yang lupa berniat di malam hari, diperbolehkan berniat di siang hari. Niat dapat dilakukan mulai pagi hingga sebelum terbenamnya matahari (waktu zuhur), selama belum ada tindakan yang membatalkan puasa.
Berikut jadwal puasa Dzulhijjah 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI. Penanggalan Hijriah memasuki 1 Dzulhijjah 1447 pada 01 Mei 2026. Umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah tersebut mulai tanggal 18 Mei 2026 sampai 26 Mei 2026.
- 1 Dzulhijjah 1447 – 18 Mei 2026
- 2 Dzulhijjah 1447 – 19 Mei 2026
- 3 Dzulhijjah 1447 – 20 Mei 2026
- 4 Dzulhijjah 1447 – 21 Mei 2026
- 5 Dzulhijjah 1447 – 22 Mei 2026
- 6 Dzulhijjah 1447 – 23 Mei 2026
- 7 Dzulhijjah 1447 – 24 Mei 2026
- 8 Dzulhijjah 1447 – 25 Mei 2026
- 9 Dzulhijjah 1447 – 26 Mei 2026 (alk/urw)
Puasa Dzulhijjah menekankan nilai ibadah yang tinggi dan keikhlasan. Melalui puasa selama sembilan hari pertama, umat dapat meneladani contoh Rasulullah SAW dan sahabatnya. Selain itu, puasa ini juga mengingatkan akan pentingnya persiapan spiritual menjelang Hari Raya Idul Adha. Dengan niat yang tepat dan waktu yang sesuai, puasa Dzulhijjah menjadi sarana meningkatkan kedekatan dengan Allah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
