Puasa Qadha: Wajib Tuntas Sebelum Ramadan 2027

Arif S. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Puasa Qadha: Wajib Tuntas Sebelum Ramadan 2027

Gambar atau konten salah?

Puasa qadha adalah ibadah yang harus dilaksanakan oleh umat Islam ketika tidak dapat menunaikan puasa di bulan Ramadan karena sakit, perjalanan, atau keadaan lain. Menurut buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa karya Nur Solikhin, kata qadha berarti “memenuhi” atau “melaksanakan”. Dalam ilmu fiqih, ia berarti melaksanakan ibadah di luar waktu yang telah ditentukan syariat.

Karena waktu pelaksanaan puasa qadha berada di luar bulan Ramadan, ia termasuk kewajiban fardhu. Hukum menjalankan puasa qadha bersumber dari firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 184. Berikut bunyinya dalam bahasa Arab:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَ ةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَ نْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “....maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa pun yang memiliki kerelaan hati mengerjakan hal-hal luar biasa, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Berikut orang-orang yang diwajibkan membayar hutang puasa Ramadan:

  • Musafir atau orang yang melakukan perjalanan.
  • Orang yang sakit.
  • Wanita haid dan nifas.
  • Muntah yang disengaja.
  • Orang tidak puasa atau makan dan minum dengan sengaja.

Menurut buku Muslim Kaffah Sehari-hari milik Muh. Hambali, pelaksanaan puasa qadha dimulai setelah bulan Ramadan berakhir dan berlanjut hingga akhir Syaban tahun berikutnya. Lebih cepat selesai, lebih baik.

Di tahun 2026, puasa qadha dapat dimulai pada tanggal 2 Syawal 1447 H yang bertepatan dengan 22 Maret 2026. Puasa ini wajib dilakukan dan harus diselesaikan sebelum memasuki Ramadan berikutnya.

Berikut aturan penting yang perlu dipahami:

  1. Boleh mengganti puasa dengan berturut‑turut atau terpisah.
  2. Jika tidak mengganti hingga masuk Ramadan berikutnya, padahal mampu dan sehat, maka itu termasuk berdosa.
  3. Jika seseorang meninggal dunia dengan utang puasa dan belum sempat mengganti, ahli warisnya membayar tunggakan.

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

Artinya: “Barang siapa yang meninggal dunia dengan menyisakan utang puasa maka walinya yang membayar puasa itu.” (Muttafaqun alaih)

Untuk memulai puasa qadha, niat harus dibacakan. Berikut contoh niat:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab-latin: nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: “aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Berikut langkah-langkah pelaksanaan puasa qadha:

  1. Baca niat puasa qadha pada rentang waktu malam hingga terbit fajar.
  2. Berbuka sahur.
  3. Menahan diri dari yang membatalkan puasa hingga terbenamnya matahari.
  4. Berbuka puasa.
  5. Setelah berbuka, bacalah doa pengganti puasa.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Arab-latin: Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud)

Dengan memahami hukum, niat, dan langkah-langkah ini, umat Islam dapat melaksanakan puasa qadha dengan benar. Menyelesaikan hutang puasa sebelum memasuki Ramadan berikutnya menjadi kewajiban yang harus dipenuhi. Hal ini memastikan bahwa ibadah puasa tetap terhitung dan tidak menimbulkan beban bagi diri sendiri maupun keluarga. Sehingga, setiap orang dapat menunaikan kewajiban puasa dengan tenang dan penuh kesadaran akan nilai spiritualnya.

puasa qadhafardhufidyahniatSyabanmusafirsakitRamadan

Komentar

Memuat komentar...