Puasa Syawal 1447 H Mulai 2 Syawal 2026: Pahala Setahun
Gambar atau konten salah?
Setelah menunaikan puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam disunnahkan melanjutkan momentum ibadah tersebut dengan puasa sunnah di bulan Syawal. Puasa ini berlangsung selama 6 hari dan dapat dilakukan secara berturut‑turut atau tidak berurutan. Tahun ini, pelaksanaan puasa Syawal 1447 H sudah dapat dimulai pada 2 Syawal 1447 H, yang setara dengan 28 Juni 2026.
Menurut laman NU Online, Rasulullah SAW menegaskan salah satu kelebihan utama puasa Syawal melalui hadis sahih berikut:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR. Muslim)
Keutamaan puasa Syawal meliputi:
- Menambal dan Menyempurnakan Puasa Ramadan – Seperti salat sunnah rawatib yang menambal kekurangan salat fardu, puasa sunnah Syawal menutup celah atau kelalaian selama puasa Ramadan.
- Mendapat Ganjaran Setara Puasa Setahun Penuh – Allah SWT menjanjikan pelipatgandaan pahala. Menghitung secara sederhana: Puasa 1 bulan Ramadan × 10 = setara 10 bulan; Puasa 6 hari Syawal × 10 = setara 60 hari (2 bulan). Kombinasi keduanya setara dengan puasa setahun.
- Menjadi Pertanda Diterimanya Amal Ramadan – Kemampuan berpuasa sunnah di Syawal menunjukkan bahwa amal Ramadan telah diridai dan diterima.
- Wujud Nyata Rasa Syukur – Puasa Syawal mengekspresikan rasa syukur atas nikmat dan ampunan Allah. Hadis lain menegaskan: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (HR. Bukhari dan Muslim).
- Menjaga Konsistensi (Istiqamah) dalam Beribadah – Setelah sebulan menahan hawa nafsu, puasa sunnah Syawal menjadi latihan menjaga disiplin dan kedekatan dengan Allah.
Berikut niat yang disunnahkan sebelum memulai puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Sengaja aku berniat puasa sunah Syawal esok hari kerana Allah Ta’ala.”
Untuk melaksanakan puasa sunnah Syawal 1447 H dengan sempurna, ikuti panduan berikut:
- Niat pada malam hari sebelum Subuh.
- Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
- Berbuka dengan kurma dan membaca doa berbuka.
- Puasa dapat dilakukan berturut‑turut mulai 2 Syawal atau berselang‑seling selama masih di bulan Syawal.
- Jika masih memiliki utang puasa Ramadan, utamakan qada puasa wajib terlebih dahulu.
Puasa Syawal 1447 H memberi kesempatan bagi umat untuk melipatgandakan pahala dan meningkatkan ketakwaan. Dengan melaksanakan enam hari puasa sunnah ini, seseorang menutup bulan Ramadan dengan penuh kesungguhan dan mempersiapkan diri untuk ibadah di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Habonaron: Kepercayaan Asli Simalungun yang Masih Hidup
Rekrutmen Bintara TNI AL Gelombang III 2026: Daftar Sekarang
Pemadaman Listrik Medan Akibat Hujan Deras, PLN Pengerjaan
Banjir di Jalan Meteorologi: Kendaraan Terjebak Tinggi Paha
Banjir Deras Hujan Malam 3 Juni Rendam Jalan Medan Helvetia
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
