Puasa Tarwiyah 2026: 8 Dzulhijjah Tanggal 25 Mei dan Keutamaan

Hari W. · 2 min baca · 20 hari lalu · 117 dibaca
Bisik.id
Puasa Tarwiyah 2026: 8 Dzulhijjah Tanggal 25 Mei dan Keutamaan

Gambar atau konten salah?

Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada hari 8 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Ibadah ini disarankan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan haji. Puasa ini termasuk dalam sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, yang sering disebut sebagai sembilan hari pertama Dzulhijjah.

Alasan puasa Tarwiyah didasarkan pada riwayat yang diriwayatkan oleh Hunaidah bin Kholid melalui istri-istri Nabi SAW. Hadits tersebut menyatakan:

“كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ”

Artinya: “Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya…” (HR Abu Daud no 2437, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Berikut konversi tanggal puasa Tarwiyah 2026 dalam kalender Masehi lengkap dengan bacaan niat dan keutamaannya.

Menurut hasil sidang isbat, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 (Senin). Dengan demikian, puasa Tarwiyah 2026 (8 Dzulhijjah) dilaksanakan pada 25 Mei 2026 (Senin).

Untuk melaksanakan puasa Tarwiyah, niat menjadi bagian penting. Dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin al‑Qurawy, lafal niat puasa Tarwiyah adalah:

“نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى”

Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta'aa-laa.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”

Puasa Tarwiyah memiliki beberapa keutamaan yang diyakini dapat diraih oleh pelaksana. Berikut uraian keutamaannya.

1. Menghapus Dosa Setahun

Dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, salah satu keutamaan puasa Tarwiyah adalah diyakini dapat menghapus dosa selama satu tahun yang telah lalu. Hadits yang menjadi dasar adalah:

“Barang siapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.”

Hadits ini berstatus dhaif atau lemah. Meskipun demikian, sebagian ulama membolehkan mengamalkan hadits dhaif dalam meraih fadhailul amal atau keutamaan amalan, selama tidak berkaitan dengan akidah maupun hukum syariat.

2. Amalan yang Dicintai Allah SWT

Meski hadits tentang keutamaan puasa Tarwiyah berstatus dhaif, puasa pada awal Dzulhijjah tetap termasuk amalan yang dianjurkan. Rasulullah SAW menyebut amal saleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dicintai Allah SWT. Ia berkata:

“Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.”

Para sahabat ada yang bertanya, “Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid).” (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi).

3. Mendapat Pahala Besar

Menurut buku Fiqih Puasa karya M Hasyim Ritongga, seseorang yang berpuasa pada hari Tarwiyah atau 8 Dzulhijjah akan memperoleh pahala besar dari Allah SWT. Besarnya pahala tersebut hanya diketahui oleh Allah SWT.

Dengan memahami jadwal, niat, dan keutamaan puasa Tarwiyah, umat Islam dapat menyiapkan diri untuk melaksanakan ibadah ini pada 25 Mei 2026. Puasa Tarwiyah menjadi kesempatan untuk menambah amal baik dan mendekatkan diri kepada Allah.

Puasa TarwiyahDzulhijjahHaditsNiatPahalaDosaUmat Islam

Komentar

Memuat komentar...