Jadwal Puasa Muharram 2026: 1, 9, 10, 11 Muharram & Lainnya
Gambar atau konten salah?
Puasa di bulan Muharram merupakan bagian penting dalam ibadah umat Islam. Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram, namun memiliki kedudukan khusus. Pada periode ini, dianjurkan untuk menambah amalan sunnah, salah satunya ialah puasa.
Puasa di bulan Muharram memiliki nilai istimewa dibandingkan puasa sunnah pada waktu lain. Dalam hadits disebutkan bahwa puasa Muharram adalah puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim:
“أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ” (HR Muslim nomor 1163, dari Abu Hurairah).
Dengan kata lain, puasa pada bulan Muharram menempati posisi teratas setelah puasa Ramadhan. Dua puasa sunnah yang paling utama di bulan ini adalah puasa Tasu'a pada tanggal 9 dan puasa Asyura pada tanggal 10.
Hadits lain menjelaskan keutamaan puasa Asyura. Nabi SAW ditanya mengenai keistimewaan puasa Arafah, lalu ditanya pula tentang puasa Asyura. Jawabannya adalah:
“وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ” (HR Muslim nomor 1162).
Artinya, puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu. Untuk menegaskan perbedaan dengan kaum Yahudi, Nabi SAW menegaskan bahwa umat Islam harus berpuasa satu hari sebelumnya, yaitu Tasu'a.
Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan puasa Asyura dan memerintahkan muslimin, ada orang yang berkata:
“يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى” (Artinya: “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.”).
Rasulullah SAW menjawab:
“فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ - صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ” (Artinya: “Apabila tiba tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.”).
Ibnu Abbas melanjutkan:
“فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-” (Artinya: “Belum sampai tahun depan, Nabi SAW sudah keburu meninggal dunia.”) (HR Muslim nomor 1134).
Berbagai ulama, seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan Ishaq, menegaskan bahwa dianjurkan berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10 sekaligus. Hal ini karena Nabi SAW berpuasa pada hari ke-10 dan bermaksud menambah puasa pada hari ke-9.
Selain dua puasa utama, terdapat pendapat lain yang menyarankan puasa pada tanggal 1 dan 11 Muharram. Hadits Nabi SAW yang menyebutkan puasa pada 1 Muharram berbunyi:
“Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah ampunkan segala dosa-dosanya, walaupun selama lima puluh tahun melakukannya.” (HR Ibnu Abbas).
Untuk puasa 11 Muharram, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dan beberapa ulama lainnya berpendapat berdasarkan hadits:
“Berpuasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan kaum Yahudi, dengan berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya.” (HR Ahmad).
Dengan demikian, empat hari puasa sunnah di bulan Muharram adalah:
- Puasa 1 Muharram
- Puasa Tasua (9 Muharram)
- Puasa Asyura (10 Muharram)
- Puasa 11 Muharram
Berikut jadwal puasa bulan Muharram 2026 berdasarkan kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama RI:
- Puasa 1 Muharram: Selasa, 16 Juni 2026
- Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
- Puasa 11 Muharram: Jumat, 26 Juni 2026
Selain keempat hari di atas, masih ada puasa sunnah lain yang dapat dilaksanakan di bulan Muharram, yaitu puasa Ayyamul Bidh dan puasa Senin-Kamis. Berikut jadwalnya untuk tahun 2026:
Puasa Ayyamul Bidh
- Minggu, 28 Juni 2026 (13 Muharram 1448 H)
- Senin, 29 Juni 2026 (14 Muharram 1448 H)
- Selasa, 30 Juni 2026 (15 Muharram 1448 H)
Puasa Senin-Kamis
- Senin, 7 Juli 2026 (21 Muharram 1448 H)
- Senin, 29 Juni 2026 (14 Muharram 1448 H)
- Senin, 6 Juli 2026 (28 Muharram 1448 H)
- Senin, 13 Juli 2026 (35 Muharram 1448 H)
Jadwal puasa Kamis:
- Kamis, 18 Juni 2026 (3 Muharram 1448 H)
- Kamis, 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)
- Kamis, 2 Juli 2026 (17 Muharram 1448 H)
- Kamis, 9 Juli 2026 (24 Muharram 1448 H)
Dengan informasi ini, umat dapat merencanakan puasa sunnah di bulan Muharram secara teratur. Menjalankan puasa pada hari-hari yang dianjurkan dapat meningkatkan ketakwaan dan memperkuat hubungan spiritual. Sumber referensi yang digunakan meliputi laman Rumaysho dan buku “Kalender Ibadah Sepanjang Tahun” karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.
Puasa di bulan Muharram, meski tidak wajib, tetap menjadi amalan yang dihargai dalam tradisi Islam. Melaksanakan puasa pada tanggal 1, 9, 10, dan 11 Muharram, serta puasa Ayyamul Bidh dan Senin-Kamis, dapat membawa manfaat spiritual bagi yang melakukannya. Dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, umat dapat menyesuaikan ibadah dengan kalender dan menambah kualitas ibadahnya di bulan yang penuh berkah ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bansos PKH & BPNT 01 Juni 2026: Nominal & Cara Cek
Warkop DKI ViRaLiN dOoOoNg..!! Tayang 11 Juni 2026 Hari Rilis
BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran PATT Juni 2026 Pekerja D3
Luwu Utara Cetak 2,960 Ha Lahan Sawah Baru, Target 20,000 Ha
Daftar Isi Doa Rosario 6 Mei 2026: Renungan dan Pengharapan
Umat Katolik Renungkan Hati Tersuci Maria pada 13 Juni 2026
Berita Terbaru
Tahun Baru Islam 1448 H: Harapan dan Doa Keluarga Bersama
Ronaldo Tegaskan Keyakinan Timnas Portugal 2026 Satu Piala
Sabar-Gutama & Reza Pahlevi Isfahani Raih Final Open 2026
Jadwal Puasa Muharram 2026: 1, 9, 10, 11 Muharram & Lainnya
122 Program Studi Ditutup 2026, Mahasiswa Bingung Penuh
Ismu & Lieng Raih Juara Mixed 50 ITTF Gangneung 2026
Australia Menang AFF U-19 2026, 2-0 atas Thailand
Fokus Hilirisasi Batu Bara, CPO, Ferroalloy untuk DHE