Puasa Tarwiyah dan Puasa Senin Dilaksanakan 25 Mei 2026
Gambar atau konten salah?
Puasa Tarwiyah, salah satu puasa sunnah yang sering dipadukan dengan puasa Senin, akan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026. Menyusun niat sebelum memulai ibadah ini menjadi langkah pertama yang penting.
Menurut buku Panduan Praktis Ibadah Puasa: Kajian Fikih Praktis dan Aplikasi Nilai Ibadah Puasa Dalam Kehidupan karya E Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Amin, ulama fikih sepakat bahwa niat berada di dalam hati. Jika seseorang mengucapkan niat namun tidak disertai dengan hatinya, maka niatnya tidak sah. Meskipun melafalkan niat tidak termasuk syarat dalam ibadah, kalangan Syafi'iyah tetap menyunnahkan praktik tersebut. Niat juga tidak harus dilafalkan dalam bahasa Arab; bahasa Indonesia diperbolehkan.
Keutamaan puasa Tarwiyah sering menjadi bahan diskusi. Berikut beberapa poin penting yang dikutip dari berbagai sumber:
- Menghapus Dosa – Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Syekh Al‑Ishfahani dan Ibnu An‑Najjar, disebutkan bahwa puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Menurut laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين artinya: “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” Meskipun hadis ini tergolong dhaif karena periwayatnya kurang kuat, ulama tetap memperbolehkan amalan tersebut.
- Disukai Allah SWT – Hadis dari Ibnu Abbas RA menegaskan bahwa puasa Tarwiyah termasuk perbuatan yang disukai Allah SWT. “Tidak ada perbuatan yang Iebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selamanya atau menjadi syahid,” (HR Bukhari).
- Menjalankan Sunnah Rasulullah SAW – Puasa pada 8 Dzulhijjah merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW, khususnya bagi yang tidak berhaji. Puasa ini dianjurkan karena keutamaan yang besar, seperti menghapus dosa-dosa kecil dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
- Sehat Lahir Batin – Menurut buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ali Amrin Al‑Qurawy, setiap orang yang berpuasa secara fisik akan mendapatkan kesehatan prima. Selama puasa, organ tubuh beristirahat, sehingga pada waktu berikutnya tubuh akan pulih dan sehat.
Penggabungan niat puasa sunnah juga diperbolehkan. Misalnya, puasa Arafah dapat digabung dengan puasa Senin atau Kamis, atau puasa Daud dapat digabung dengan puasa Syawal. Syaikh Muhammad bin Shalih Al‑Utsaimin menyatakan bahwa jika puasa enam hari di bulan Syawal bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis, maka niat puasa Syawal akan mendapatkan pahala puasa Senin, dan sebaliknya. Hal ini didukung oleh sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala yang ia niatkan,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bagian terpenting dalam menyiapkan niat adalah membedakan antara ibadah dan kebiasaan, antara wajib dan sunnah, serta jenis puasa yang akan dilakukan. Untuk niat puasa Tarwiyah sekaligus puasa Senin, dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan lafaz berikut:
Saya niat untuk berpuasa sunnah Tarwiyah sekaligus puasa hari Senin Karena Allah ta'ala
Jika memilih bahasa Arab dan Latin, bacaan niatnya adalah:
- Niat Puasa Senin – نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab) Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ (Latin). Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ.”
- Niat Puasa Tarwiyah – نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Arab) Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala (Latin). Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta'ala.”
Melafalkan niat sebaiknya dilakukan pada malam hari, mulai dari Isya hingga fajar atau sebelum Subuh. Namun, bila seseorang lupa berniat pada malam hari, ia masih dapat membaca niat di siang hari ketika ingat. Toleransi ini khusus berlaku untuk puasa sunnah seperti Tarwiyah, Senin Kamis, Ayyamul Bidh, dan lainnya.
Dengan memahami cara menyusun niat dan keutamaan puasa Tarwiyah, pelaksanaan ibadah ini menjadi lebih bermakna. Niat yang tulus, baik di hati maupun di lisan, menjadi kunci agar puasa yang dilakukan dapat diterima dan membawa manfaat spiritual serta kesehatan bagi tubuh.
Puasa Tarwiyah, yang dipadukan dengan puasa Senin, menawarkan kesempatan bagi umat muslim untuk menambah amal baik di bulan yang penuh berkah. Melalui niat yang jelas dan pemahaman tentang keutamaan puasa ini, setiap individu dapat menjalankan ibadah sunnah dengan lebih sadar dan penuh rasa syukur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
