Puisi Kartini 2026: Perjuangan, Literasi, Inspirasi

Bambang W. · 6 min baca · 1 bulan lalu · 118 dibaca
Bisik.id
Puisi Kartini 2026: Perjuangan, Literasi, Inspirasi

Gambar atau konten salah?

Hari Kartini dirayakan setiap tahun pada 21 April 2026. Pada hari ini, masyarakat Indonesia mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Salah satu cara sederhana namun bermakna untuk menghormatinya adalah melalui puisi.

Puisi menjadi medium yang dapat menyampaikan rasa hormat, semangat, dan inspirasi bagi generasi sekarang. Artikel ini menyajikan kumpulan puisi tentang Kartini, masing‑masing terdiri dari dua hingga empat bait, cocok dibacakan dalam lomba atau dibagikan di media sosial.

Puisi-puisi ini diambil dari Antologi Puisi Kartini 2021 yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional RI dan Buku Puisi untuk Ibu Kartini karya Clarissa, dkk.

Puisi Hari Kartini 2 BaitAnisa Ayu

Ibu Kartini

Engkau memang sangat berani

Berjuang untuk kaum putri

Agar sederajat dengan kaum lelaki

Ibu Kartini

Namamu selalu harus mewangi

Tak bisa pudar sama sekali

Walau engkau kini telah pergi

Kidung Senja Perempuan DesaYoyo Whisnu

Sayup terdengar tembang lawas kaum adat tanah Jawa

" Tak lelo lelo lelo ledung, cep menengo ojo pijer nangis...

Tak emban nganggo jarit kawung.... "

Dengan suara lembutnya perempuan desa itu

Membacakan dongeng klasik " Ande -Ande Lumut"

Sang anak mendengarkannya dengan mulut mungilnya ternganga

Dan kadang diselingi senyum manisnya menyemangati ibunya untuk terus bercerita

Sesekali sang anak bertanya :"Bu... kenapa Klenting Abang tidak bisa dibantu nyebrang sungai?"

Dengan bahasa sederhana Ibu menjelaskanya

Begitulah cara perempuan desa mengajarkan budi pekerti

Anak itu kini beranjak dewasa

Kemanapun dia pergi ada cerita yang ingin diulanginya

Puluhan toko buku menjadi tempat belanja kesayangannya

Perpustakaan pun menjadi tempat yang rutin dikunjunginya

Semua dibacanya,

Mula cerita klasik hingga yang novel percintaan

Tentang motivasi yang menginspirasi ...dan apapun itu...

Perempuan desa itu semakin tua

Ada rasa bangga melihat anaknya

Bisa ber

Oleh karena banyak membaca

Tepat di kamis malam semua dipanggilnya

Dengar suara lirih perempuan itu berkata "anak-anakku semua, tugas ibu merawatmu usai sudah.. Bacakan kembali cerita ibumu kepada anak-anakmu,

Karena hanya itu contoh terbaik bagi cucuku

Izinkan ibu istirahat dulu malam ini"

Semua menunduk kagum dan lega melihat ibu bahagia

Jumat pagi ibu terbangun dengan senyum

Ada kertas putih terletak di meja samping tempat tidurnya

"anakku dan cucuku, Eyang pamit meninggalkan semua ini

Bacakan selalu doa doa terbaik untuk Eyang

Seperti eyang selalu bacakan untuk kalian semua"

Ibu KartiniLily Cahyapratiwi

Bayang senyum Ibu Kartini

Ada kulihat pada mama

Yang mengharap, mendorong, dan mendoakan aku

Agar cita-citaku yang tinggi tercapai

Oleh tanganku, tangan wanita

Yang tegar, kokoh, tapi lemah

Bagiku, mama adalah juga Kartini

Emansipasi Masa KiniWaidah

Emansipasi masa kini

Kami wanita yang berjuang untuk meraih mimpi

Dengan semangat penuh dedikasi

Tidak hilang kodrat tetap menjunjung kehormatan diri

Kami wanita dalam inspirasi

Wanita yang penuh cinta kasih menjaga keluarga

Wanita yang penuh sayang mendidik anak bangsa

Wanita yang penuh perhatian merawat sesama

Wanita yang punya semangat dalam bekerja

Wanita yang ber

Oleh dan berekspresi

Wanita yang mendedikasikan untuk negeri

Dan semua wanita yang membawa misi

Dalam Panji perjuangan wanita sejati

Kami wanita yang tangguh dan mandiri

Namun tetap lembut dalam pribadi

Penuh cita cinta kasih dan berbakti

Selalu terjaga dan terpatri dalam hati

Kartini dan LiterasiWinnie TM

Kebudayaan dibangun dengan pemikiran

Rasa, cipta, dan karsa diolah sedemikian rupa

Perubahan berbanding lurus dengan masa yang senantiasa berganti

Masa kini perlu disiapkan untuk masa depan

Masa depan disiapkan dengan literasi

Kartiniku menulis habis gelap terbitlah terang

Terang yang aku harap terus bersinar menyinari bumi

Seperti lagu yang terus mengalun

Mengiringi emansipasi, kebebasan, dan toleran

Tiga nilai yang kudapat dari wahai Kartiniku

Kini, sarana yang paripurna tidaklah berarti

Tanpa daya dan upaya dengan literasi

Terus menerus bukan berarti tanpa jeda

Demi transendensi dan masa tanpa ego

Karena kehidupan akan menjadi seperti apa hanya bergantung pada saya

Perempuan BerdayaSepti Mardiana

Waktu terus berjalan

Zaman kian berkembang dengan kemajuan

Generasi emas kian merebak

Literasi jadi santapan anak zaman

Perempuan berdaya

Memperkuat literasi bangsa

Memberi sejuta semangat

Untuk membawa kemajuan bangsa

Peran kartini masa kini

Cinta kasih memberi naluri

Bahwa literasi itu penting

Mendorong negeri ini lebih baik lagi

R.A. KartiniAhmad Maulana

Engkau adalah puteri yang berjiwa pahlawan

Rela mengorbankan jiwa, serta ragamu

Tak gentar melawan takdirmu

Untuk memajukan negera ini

Engkau adalah sosok srikandi

Yang rela mengorbankan harta, dan bendamu

Tidak pernah merasa letih dalam

Memperjuangkan negara ini

Engkau adalah pahlawan dari kaummu

Cita-citamu amatlah mulia

Demi mewujudkan tunas bangsa

Kebanggaan agama serta negara

Tanduk PerempuanNaurah Risadamayanti

Biswa rupa kami, buntara jiwa kami

Ibu Kartini titip pesan kepada kami

Jaga elok-elok seberkas harga diri

Angkat tinggi-tinggi kehormatan ini

Di saat ini tak lagi perempuan dikekang

Tak ada lagi kami dianggap membangkang

Hak hak untuk kami kembali secara utuh

Tidak dipentingkan hanya saat butuh

Derajat, kini telah setara adanya

Pendidikan diemban secara merata

Mampu berdiri sejajar dengan putra

Ini masanya kami bebas ber

Oleh siapa yang segan suruh kami untuk menunduk?

Jangan..???

Perempuan di Antara BukuRustian Al'Ansori

Pagi masih pandemi

Perempuan berseragam rapi

Menyelusuri pagi

Menuju perpustakaan Matahari

Perempuan di antara buku

Penjaga ilmu Menguatkan peradaban

Telah membuka pintu perpustakaan

Ia yang tahu Murasaki Shikibu perempuan Jepang penulis pertama di dunia

Ia juga tahu Kartini setelah membaca Habis Gelap Terbitlah Terang

Ia sedang bermimpi ingin menulis buku tentang dunia

Ia sedang membuat perpustakaan lebih terang

Adalah perempuan penjaga perpustakaan desa

Datang ketika pagi pulang ketika senja

Tidak menyerah karena sedikit gaji

Ia sedang menghidupkan kampungku yang masih sepi literasi

Kartini Masa KiniReni Oktaviani

Tatapan kosong ini menjadi saksi ketidakadilan

Harapan lalu semuanya tercurah atas nama merdeka

Semua mudah, literasi dijunjung tinggi Kartini masa kini

Kartini masa kini mengajarkan A, B, C, D

Membuka mata

Informasi dalam genggaman

Walakin dunia melaju meninggalkan Kartini masa lalu tanpa literasi

Senyapang Kartini masa kini memupuk motivasi penerus bangsa menggapai cita‑cita melalui literasi

Buku‑buku dalam mezanin berteriak bebas...

Literasi Ajeng PekertiSeptiani Wahyuni

Sumbu Pandu Menyala Rona

Gemerlap Kulturasi Merangkai Jentik Hari

Jemari Gemar Berpikir, Logika Asri Bergelora

Bara Ideologi, Kidung Melati Melagu 'Kartini'

Jejer dan Jejak Gubahan Tangan Sang Putri

Semajemuk Rantai Garis Emansipasi

Mekar Berkelakar, Berakar Jati Suci

Santun Meracik Stigma, Meramu Juta Profesi

Untukmu, Kartini LiterasiDwi Agustin

Bukan soal, bila harus menapaki ribuan tapak jalan

Niatnya membumikan literasi, sejernih Pantai Pandanan

Dahan pohon senantiasa doakan tiap langkahnya

Mentari pun turut menyinari cita‑cita mulianya

Bukan ber…

Kartini, Dahulu dan Kini, Pejuang LiterasiHikmah Nurida

Dahulu, Raden Ajeng Kartini

Seorang pahlawan perempuan, berjuang melalui literasi

Menulis keresahan hatinya tentang perbedaan hak laki‑laki dan perempuan

Menulis kepekaan jiwanya tentang ketidakadilan yang dirasakan kaum perempuan

Menulis pemikirannya tentang pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan

Tulisan-tulisan itu sarana menggapai tujuan

Tulisan-tulisan itu membuat perubahan besar bagi kaum perempuan

Perubahan yang mencerdaskan

Kini, Kartini-Kartini lain bermunculan

Kaum perempuan dengan semangat perjuangan yang sama

Perempuan yang semangat mengajarkan baca tulis bagi anak‑anaknya

Perempuan yang menanamkan kebaikan melalui cerita yang didongengkannya

Perempuan yang dengan segenap hati mengantar buku ke pedalaman dengan penuh perjuangan

Perempuan yang menjadi contoh dalam kegemaran membaca dan mencintai buku di keluarganya

Kartini, dahulu dan kini, pejuang literasi

Kaum perempuan yang gigih membudayakan literasi

Kartini, Laksana PertiwiNandita Velisa

Wahai Kartini...

Sayap perjuangan telah dibentangkan

Mengoyak oyak gelap merobek cahaya

Tirai momentum membuka menganga

Setiap dari kapurnya mencoret menulis aksara

Tulisan surat itu tanda ksatria

Seorang Raden ayu

Dari Jepara

Kartini...

Berjalan setindak demi setindak

Menundukkan kepala patuh

Hanya boleh bicara pelan itu pun dengan berbisik

Dalam sukma tak pernah terganti

Dalam raga pancarkan cakrawala

Irama eloknya beralun alun bagai gurindam

Di sana kematian menjadi awal kehidupan

Tapi mati tanpa kematian adalah maya

Menarikan pena tak bertinta di atas lembar kertas

Juga hidup tanpa kehidupan adalah maya

Segala terhapus, pupus, tak berbekas

Endi mau kapurku? Tak ajarke kowe sinau boso londo'

Ibu, Pewaris Kharisma AksaraDianita Sandy

Saat Ibu membaca

Badannya duduk, matanya berjaga

Anak‑anaknya di sudut lain

Merekam potret itu, sambil bermain

Saat Ibu mencerna buku,

Pikirannya tidak terpaku,

Ia pergi ke masa lampau

Menembus pulau‑pulau

Saat Ibu mencintai pustaka

Nalurinya berbicara

Menularkan pada Ananda

Mewariskan kharisma aksara

Demikian puisi‑puisi ini dapat dibacakan maupun dibagikan pada perayaan Hari Kartini 2026. Semoga bermanfaat.

Puisi‑puisi ini menegaskan pentingnya literasi dan peran perempuan dalam masyarakat modern, mengingatkan kita akan warisan Kartini.

Hari KartiniKartiniPuisiLiterasiPerempuanEmansipasiPendidikan

Komentar

Memuat komentar...