Purbaya Jelaskan Alasan Dicopotnya Dirjen Strategi

Ayu W. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Purbaya Jelaskan Alasan Dicopotnya Dirjen Strategi

Gambar atau konten salah?

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pencopotan Dirjen Anggaran Luky Alfirman dan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu pada sesi briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) di Jakarta Selatan, 24 April 2026.

Ia menegaskan bahwa “Rotasi eselon I, itu hanya proses biasa. Biasa kita berapa tahun puter, berapa tahun puter, jadi nggak ada yang istimewa di situ,”

Ketika ditanya apakah keputusan tersebut berkaitan dengan sindiran yang muncul beberapa hari terakhir, Purbaya tidak menolak. Ia menyebutkan bahwa ada pegawai yang “siap menjalankan arahan”, namun pekerjaan tidak kunjung dilakukan hingga berbulan-bulan. “Iya dan tidak. Iya ada sedikit, tetapi nggak itu saja,” ujarnya.

Purbaya juga menyinggung “noise” yang beredar ke luar, berasal dari internal Kemenkeu. Ia menyebutkan isu tentang APBN yang akan habis dalam dua minggu jika harga BBM tidak naik, serta rumor bahwa Menteri Keuangan bisa mengacaukan investor. “Ada informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup, nggak bisa bahas Inggris kali dan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan. Itu dari internal, jadi kita rapikan itu sedikit,” ungkapnya.

Untuk menanggulangi gangguan tersebut, Purbaya telah menunjuk pejabat sementara alias Pelaksana Harian (Plh) setelah dicopotnya dua pejabat eselon I. Sudarto, yang menjabat Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, menjadi Plh Dirjen Anggaran. Ferry Ardianto, yang sehari-hari menjabat Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, menjadi Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal. “Itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan,” tambah Purbaya.

Perubahan ini dianggap prosedural biasa, sementara upaya menenangkan perbincangan internal dan menegaskan kembali fokus pada kebijakan fiskal tetap menjadi prioritas kementerian.

Purbaya Yudhi SadewaRotasi Eselon IDirjen AnggaranDirjen Strategi EkonomiKemenkeuKebijakan FiskalPlh

Komentar

Memuat komentar...