Purbaya Rilis Panda Bond China, BI Intervensi Rupiah

Hari W. · 1 min baca · 29 hari lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Purbaya Rilis Panda Bond China, BI Intervensi Rupiah

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan langkah baru untuk menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan dolar Amerika Serikat. Pada 05 Mei 2026, Purbaya akan menerbitkan surat utang baru dalam mata uang yuan di pasar China, yang dikenal sebagai Panda Bond.

“Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam bentuk Panda Bond di China,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Istana Kepresidenan. Ia menambahkan, “Sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus.”

Langkah ini bertujuan diversifikasi sumber pembiayaan negara dan mengurangi ketergantungan pada dolar. Selain itu, suku bunga di pasar China lebih rendah, sehingga dianggap lebih menguntungkan bagi pemerintah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat mencapai Rp 17.400 pada perdagangan 05 Mei 2026. Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan beberapa kebijakan untuk menjaga stabilitas mata uang.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan intervensi tunai melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF). Ia juga menekankan upaya memfasilitasi aliran modal masuk lewat Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Kami bersepakat untuk sementara ini SRBI dibuat perlu inflow sehingga inflow-nya SRBI bisa mencukupi outflow-nya SBN dan saham, itu koordinasi kami dengan Pak Menteri Keuangan sehingga betul-betul menjaga inflow-nya dari portofolio asing itu masih year to date-nya masih terjadi inflow dan itu memperkuat nilai tukar rupiah,” kata Perry.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Panda BondPurbaya Yudhi Sadewanilai tukar rupiahBank IndonesiaDNDFNDFSRBIdiversifikasi

Komentar

Memuat komentar...