Purbaya Tegaskan APBN Tetap Stabil Meski Harga Energi Naik

Vera T. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Purbaya Tegaskan APBN Tetap Stabil Meski Harga Energi Naik

Gambar atau konten salah?

Perang di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel‑Amerika Serikat, menimbulkan dampak luas bagi ekonomi global. Rute logistik terputus, dan harga minyak naik drastis, sehingga banyak negara merasakan tekanan ekonomi.

Negara tetangga Indonesia, seperti Filipina, bahkan mengumumkan status darurat energi nasional. Sementara Singapura, Malaysia, dan Vietnam melaporkan lonjakan harga BBM yang signifikan. Situasi ini membuat banyak pihak khawatir tentang ketahanan energi di wilayah ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa masalah darurat energi tidak berasal dari APBN, melainkan dari ketidakpastian suplai. “Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, (tetapi) suplainya nggak ada, ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak, tetapi kita mesti siap-siap terus ke depan,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25 Maret 2026).

Ia juga menegaskan bahwa APBN masih mampu menahan kenaikan harga energi dan tidak akan diubah sampai akhir tahun. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. “Saya nggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin nanti harganya tinggi sekali. Pada saat sekarang, sampai akhir tahun dengan harga sekarang, kita masih tahan APBN, tergantung keputusan pimpinan nantinya, tetapi saya tawarkan, aman,” ucap Purbaya.

Purbaya menilai masih terlalu dini untuk mengubah harga minyak dan subsidi energi dalam APBN. Ia menambahkan, “Nanti kalau naiknya (tinggi) baru kita hitung lagi berapa. Jadi nggak otomatis tiba-tiba jadi US$ 100, kan kita hitung rata-rata,” imbuh Purbaya.

Perkembangan ekonomi Indonesia akan dibahas dalam acara Outlook Ekonomi: Peran Penggerak Ekonomi Nasional. Forum ini bertujuan mempertemukan regulator, legislator, pemerintah, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan ekonomi dalam satu ruang dialog konstruktif. Tujuannya adalah membangun kesepahaman bersama mengenai strategi penguatan fiskal, stabilitas sistem keuangan, percepatan investasi, dan pengembangan sektor-sektor penggerak pertumbuhan nasional tahun 2026.

Acara ini digelar di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean Kav. 12‑14 A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026. Berikut beberapa pembicara utama:

Dengan situasi global yang masih tidak menentu, Indonesia menyiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan gangguan suplai energi. Pemerintah menekankan pentingnya kesiapsiagaan, sementara kebijakan fiskal tetap stabil hingga akhir tahun. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi praktis bagi penguatan ekonomi nasional, mengingat tantangan yang terus berubah di pasar energi dan pasar global.

Perang Timur TengahHarga minyak naikKetahanan energiAPBNPemerintah IndonesiaOutlook EkonomiStabilitas fiskal

Komentar

Memuat komentar...