Puspresnas Ungkap Foto Soal OSN 2026, Ponsel Diizinkan
Gambar atau konten salah?
Puspresnas mengungkapkan adanya praktik kecurangan dalam uji coba Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 yang berlangsung pada 02 Juni 2026. Para peserta tidak mencontek, melainkan memfoto soal sebagai sarana belajar.
Mereka ingin belajar sebenarnya. Kalau dilihat dari tujuannya dan dari diskusi di media itu, mereka ingin belajar, yang mereka memfoto soal, kata Maria Veronica Irene Herdjiono, Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, dalam taklimat media.
Herdjiono menegaskan bahwa praktik memfoto soal juga melanggar aturan membawa ponsel ke ruang ujian. Ia menambahkan bahwa Puspresnas belum mengetahui bagaimana foto soal tersebut akan digunakan.
Selain itu, Puspresnas menemukan siswa yang tidak duduk di tempat yang ditentukan. Retno Juni Rochmaningsih, Kepala Bidang Pengembangan Talenta, menyatakan bahwa masih diperbolehkan membawa ponsel ke ruang ujian.
Kok uji cobanya tidak sesuai, harusnya uji coba mengikuti aturan yang ada. Jadi HP masih kemana-mana ngobrol, ada juga yang jalan-jalan, ungkap Retno.
Retno juga menegaskan bahwa Puspresnas telah mengantisipasi praktik kecurangan yang mungkin muncul, terutama dengan kemajuan teknologi seperti AI. Ia menambahkan, kami juga di pusat, kali ini di tahun ini, menyiapkan juga strategi lain, katanya.
Untuk mengawasi pelaksanaan OSN 2026, Puspresnas menerapkan dua skema pengawasan.
- Pengawasan Silang – Metode pengawasan antar kabupaten atau kota. Pemerintah daerah wajib mengunggah Surat Keputusan Pengawasan Silang dan pakta integritas dua minggu sebelum pelaksanaan OSN.
- Siaran Langsung – Panitia OSN akan menyiarkan langsung saat ujian berlangsung. Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang memiliki keterbatasan akses internet diwajibkan merekam pelaksanaan OSN dan mengunggahnya ke Google Drive yang disediakan oleh tim teknis.
Pengawasan silang bertujuan memastikan integritas antar wilayah, sementara siaran langsung memudahkan publik memantau jalannya ujian secara real-time. Penerapan kedua mekanisme ini diharapkan dapat menekan potensi kecurangan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Puspresnas berupaya menjaga keadilan dan transparansi dalam pelaksanaan OSN 2026, sekaligus menanggapi tantangan teknologi modern yang dapat mempermudah praktik kecurangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dr Andryanto Kusmara Dapat Chevalier Palmes Académiques
Perubahan Media Sosial: Dari Jaringan ke Alat Politik
Natieva Kids: Les Bahasa Inggris, Pilih Guru, Tanpa Jadwal
Pelatihan SKKNI Level 4 Online, 2 Hari, Rp3,5 Juta
AI Tak Selamatkan Kesenjangan Digital, Penelitian Triastuti
Buka Pendaftaran Bantuan Laboratorium IPA SMA Tahun Ajaran 2026
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
