Putin Ucapkan Selamat kepada Kim Jong Un yang Terpilih Ulang

Dwi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Putin Ucapkan Selamat kepada Kim Jong Un yang Terpilih Ulang

Gambar atau konten salah?

Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan ucapan selamat kepada Kim Jong Un, yang baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea (Korut). Dalam pesan yang diposting di saluran Telegram Kremlin, Putin menulis, “Kawan Kim Jong Un yang terhormat, terimalah ucapan selamat tulus saya atas terpilihnya kembali Anda sebagai Ketua Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea.”

Putin menambahkan, “Rusia sangat menghargai kontribusi pribadi Anda dalam memperkuat hubungan persahabatan dan sekutu antara negara kita. Kami tentu akan melanjutkan kerja sama erat kami untuk lebih mengembangkan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Pyongyang. Ini tidak diragukan lagi melayani kepentingan mendasar kedua negara kita.”

Kim Jong Un kembali ke posisi tertinggi Komisi Urusan Negara pada sesi pertama Majelis Rakyat Tertinggi yang diadakan pada Minggu, 22 Maret 2026. Keputusan ini menandai masa jabatan ketiganya secara berturut-turut sejak komisi tersebut dibentuk pada 2016 sebagai badan pengarah kebijakan tertinggi Korut.

Hubungan antara Rusia dan Korea Utara semakin erat. Kedua negara menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada tahun 2024. Bahkan, Korea Utara mengirim pasukan untuk mendukung Rusia dalam konflik melawan Ukraina. Kim Jong Un adalah generasi ketiga pemimpin negara bersenjata nuklir yang didirikan oleh kakeknya, Kim Il Sung, pada tahun 1948. Ia memerintah sejak 2011, setelah kematian ayahnya.

Foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) menampilkan Kim mengenakan setelan jas formal ala Barat. Ia duduk di tengah panggung, diapit oleh pejabat tinggi, di depan dua patung raksasa ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya. Sebelum acara, 687 deputi terpilih ke Majelis Rakyat Tertinggi. Warga Korea Utara berusia di atas 17 tahun diberi pilihan untuk menyetujui atau menolak satu-satunya kandidat yang diajukan oleh partai yang berkuasa.

Para anggota parlemen baru disetujui dengan 99,93 persen suara mendukung dan 0,07 persen menentang. KCNA mengeklaim tingkat partisipasi sebesar 99,99 persen. Persentase tinggi ini menegaskan dukungan luas bagi pemimpin negara.

Keputusan pemilihan Kim Jong Un menandai kelanjutan kebijakan luar negeri yang menekankan kerja sama strategis dengan Rusia. Sementara itu, perjanjian pertahanan 2024 menunjukkan komitmen kedua negara dalam bidang militer. Pengiriman pasukan Korea Utara ke wilayah konflik di Ukraina menambah dimensi geopolitik hubungan ini.

Dengan pemilihan ulang Kim Jong Un, Korea Utara tetap berada di jalur kebijakan yang konsisten. Sementara Rusia menegaskan dukungan penuh, kedua negara berencana memperkuat kerjasama di bidang strategis. Hubungan ini akan mempengaruhi dinamika politik dan militer di kawasan Asia‑Pasifik dan di panggung internasional.

PutinKim Jong UnRusiaKorea UtaraPemilihan ulangKerja sama strategisPerjanjian pertahanan

Komentar

Memuat komentar...