Putri UGM Usung UVB bagi Melon Mengatasi Embun Tepung

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 109 dibaca
Bisik.id
Putri UGM Usung UVB bagi Melon Mengatasi Embun Tepung

Gambar atau konten salah?

Putri Nabila Naziroh, lulusan Program Studi Magister Fitopatologi di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, menorehkan prestasi akademik dengan IPK sempurna 4,00. Ia meneliti cara mengendalikan powdery mildew—penyakit embun tepung yang disebabkan jamur Podosphaera xanthii—dengan sinar ultraviolet B (UVB). Penyakit ini cepat menyebar dan sering menurunkan hasil panen petani melon.

Dalam risetnya, Putri menguji UVB sebagai alternatif pengendalian yang lebih aman dibandingkan penggunaan pestisida kimia terus-menerus. Ia menilai metode ini menarik karena UVB sebenarnya tersedia secara alami dari sinar matahari. “Alasan saya memilih topik ini karena sangat menarik untuk dibahas. Kemudian, UVB sendiri berasal dari cahaya yang sebenarnya sudah kita dapatkan secara alami dari matahari,” ujarnya.

Metode ini masih berada pada tahap awal, namun membuka peluang baru bagi praktik pertanian berkelanjutan. Jika dikembangkan lebih lanjut, UVB dapat membantu petani mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjaga produktivitas tanaman. Penggunaan sinar matahari yang sudah ada di bumi dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Perjalanan akademik Putri tidak lepas dari tantangan. Ia mengaku sempat mengalami banyak kegagalan, khususnya karena metode yang dipilih masih tergolong baru dan belum dikuasai. Dukungan dari dosen pembimbing dan lingkungan sekitar menjadi kunci yang membantunya bertahan sampai akhir studi.

“Yang terpenting bukan sekadar IPK, tapi bagaimana ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar,” ungkapnya. Baginya, proses belajar lebih berharga daripada hasil akhir berupa angka.

Putri juga mengajak mahasiswa lain untuk tetap konsisten dan menikmati proses. “Segala sesuatu yang kita mulai pasti akan selesai, jadi jalani pelan-pelan dan nikmati prosesnya,” tutupnya.

Riset ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis sains masih menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang sudah ada, petani dapat mengurangi penggunaan pestisida dan memelihara kesehatan tanaman secara lebih berkelanjutan.

Embun tepungUVBPodosphaera xanthiiPetani melonPestisida kimiaPertanian berkelanjutanIPK sempurna

Komentar

Memuat komentar...