Q1 2026 Garuda: Rugi Berkurang, Pendapatan Naik, Beban

Iwan D. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Q1 2026 Garuda: Rugi Berkurang, Pendapatan Naik, Beban

Gambar atau konten salah?

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih mencatat rugi bersih pada kuartal I 2026. Namun, rugi ini lebih kecil dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan, rugi bersih mencapai US$ 46,48 juta atau sekitar Rp 803,4 miliar (kurs Rp 17.285). Angka ini turun drastis dari US$ 76,49 juta atau Rp 1,3 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu.

Di sisi pendapatan, Garuda memperoleh US$ 762,35 juta atau Rp 13,17 triliun dari seluruh usaha pada kuartal I 2026. Ini sedikit lebih tinggi dibanding US$ 723,56 juta atau Rp 12,5 triliun pada periode sebelumnya.

Pendapatan utama berasal dari penerbangan berjadwal, yaitu US$ 648,10 juta atau Rp 11,2 triliun. Penerbangan tidak berjadwal menambah US$ 24,98 juta atau Rp 431,82 miliar.

Namun, beban usaha tetap tinggi, mencapai US$ 713,22 juta atau Rp 12,3 triliun. Beban operasional penerbangan menjadi yang terbesar, sebesar US$ 350,24 juta atau Rp 6 triliun.

Di neraca, aset total Garuda tercatat US$ 7,5 miliar hingga akhir Maret 2026. Liabilitas total mencapai US$ 7,4 miliar dengan ekuitas US$ 68,25 juta.

Secara keseluruhan, Garuda menunjukkan perbaikan dalam margin kerugian meski masih menghadapi biaya operasional tinggi, menandakan upaya perusahaan untuk menstabilkan kinerja keuangan di tengah tantangan industri penerbangan.

Garuda Indonesiakerugian kuartal I 2026pendapatan penerbangan berjadwalbeban operasional penerbanganmargin kerugianbiaya operasional tinggikinerja keuangan industri penerbangan

Komentar

Memuat komentar...