Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Jakarta
Gambar atau konten salah?
Rachmat Gobel meninggal dunia hari ini di Jakarta. Jenazahnya akan disemayamkan di rumah duka yang berada di kawasan Jakarta Selatan.
"Dengan penuh keikhlasan dan duka yang mendalam, kami segenap keluarga besar Bpk. Rachmat Gobel menyampaikan bahwa orang yang kami cintai telah berpulang ke rahmatullah," tulis keterangan di Instagram pada Jumat, 10 Juli 2026.
Rachmat Gobel dikenal sebagai Menteri Perdagangan pada periode 2014 hingga 2015. Ia juga menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem. Lahir dari keluarga pengusaha, ia adalah anak kelima dari pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel (alm) dan Annie Nento Gobel (almh).
Sejak kecil, ia dididik untuk menjadi pewaris dan pemimpin Kelompok Usaha Gobel, perusahaan yang didirikan oleh orang tuanya. Rachmat menapaki berbagai posisi di perusahaan itu. Mulai dari tukang sapu pabrik saat masih SMP, hingga naik ke level manajerial.
Di usia 24 tahun, ia meraih gelar sarjana Jurusan Perdagangan Internasional dari Chuo University di Tokyo, Jepang. Setelah lulus, ia menjalani praktik kerja di Matsushita Group, dekat Kota Osaka, Jepang. Pengalaman itu membentuk kemampuannya dalam dunia bisnis dan industri.
Pada 1989, saat berusia 27 tahun, Rachmat kembali ke Jakarta. Ia bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel sebagai Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel. Perusahaan itu kini bernama PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Perjalanan kariernya dari posisi rendah hingga puncak menunjukkan pendekatan pembelajaran langsung. Ia tidak hanya mewarisi perusahaan, tetapi juga memahami setiap sudut operasionalnya. Keluarga besar dan rekan-rekannya kini berduka atas kepergiannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
