Rahmat Julijanto Sakit di Rumah Sakit Kamboja, Tanpa Dana

Hari W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 120 dibaca
Bisik.id
Rahmat Julijanto Sakit di Rumah Sakit Kamboja, Tanpa Dana

Gambar atau konten salah?

Rahmat Julijanto, seorang pria asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan, terlihat terbaring sakit di sebuah rumah sakit di Kamboja. Foto tersebut menjadi viral di media sosial karena situasi yang tak terduga.

Pria tersebut berasal dari Jalan Waringin, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Dalam gambar, ia tampak di ranjang rumah sakit, tampak lemah dan dikelilingi oleh peralatan medis.

Penjelasan di caption foto menyebutkan bahwa Rahmat pernah tinggal di sekitar kantor KBRI Kamboja dan saat ini tidak memiliki dana untuk kembali ke Indonesia.

Selanjutnya, postingan tersebut menambahkan bahwa HP milik Rahmat sempat rusak, sehingga semua kontak keluarganya terhapus. Hal ini membuat komunikasi dengan keluarga menjadi sulit.

Ketua RT-03, Kelurahan Puncak Kemuning, Kopli, mengonfirmasi bahwa Rahmat memang warga daerah tersebut. “Iya benar, itu warga kita. Tapi setahu saya beliau bekerja di Jakarta, bukan Kamboja,” ujarnya pada Jumat, 17 April 2026.

Kopli menambahkan bahwa ia mendapat informasi dari keluarga bahwa Rahmat terakhir pulang ke Lubuklinggau pada tahun 2023. “Semalam sudah saya tanya ke neneknya, dia bilang kalau Rahmat ini pulang ke Lubuklinggau tahun 2023 silam. Sejak saat itu tidak pernah pulang lagi,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa orang tua Rahmat sudah lama meninggal. Setelah selesai sekolah, Rahmat berangkat merantau ke Jakarta pada tahun 2020. “Dia ini berdua, kalau adiknya kerja di Lubuklinggau. Dia bilang sudah ditelepon pihak KBRI, kata pihak KBRI diminta untuk biaya rumah sakit dan bila ingin dipulangkan itu biaya ditanggung keluarga,” tambahnya.

Di sisi lain, Hasan Andria, Kepala Dinas Sosial Lubuklinggau, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kebenaran informasi tersebut. “Malam (Kamis) tadi sudah saya sebarkan ke pihak saya untuk menelusuri informasi tersebut. Sampai saat ini belum ada yang menyampaikan ataupun melapor ke kami,” ujarnya.

Ia juga mengajak keluarga yang mungkin masih ada untuk melapor. “Kalaupun keluarganya ada silahkan melapor kepada kami agar bisa dibantu, karena informasi yang kami dapat saat ini masih belum jelas,” kata Hasan Andria.

Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi migran ketika terjebak di luar negeri tanpa dana dan dukungan keluarga. Situasi ini menuntut kerja sama antara lembaga pemerintah dan masyarakat untuk menemukan solusi yang manusiawi bagi korban.

Rahmat JulijantoLubuklinggauRumah sakit di KambojaKBRI KambojaMigran tanpa danaDinas Sosial Lubuklinggau

Komentar

Memuat komentar...