Rakhmad Basuki: Interim Madura United Cetak Poin Penting

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Rakhmad Basuki: Interim Madura United Cetak Poin Penting

Gambar atau konten salah?

Rakhmad Basuki kembali menempati posisi pelatih interim Madura United pada musim ini. Ia diangkat dua kali setelah kepergian Alfredo Vera dan Carlos Parreira. Tugasnya sederhana: mengisi kekosongan kursi kepala pelatih dan menjaga klub tetap kompetitif.

Selama musim ini, Rakhmad memimpin delapan laga. Lima di antaranya berakhir kemenangan, sementara tiga sisanya hanya menghasilkan satu poin. Angka ini menandai perubahan yang cukup signifikan bagi tim yang sebelumnya kesulitan.

Di lapangan, arahan Rakhmad sangat langsung. “Bertahanlah serapat mungkin sebagai satu unit lalu transisi. Selebihnya, serahkan pada kreativitas pemain dalam merangkai serangan.” Ia menekankan pentingnya disiplin bertahan dan transisi cepat ke serangan.

Strategi ini membawa Madura United keluar dari zona degradasi. Sapeh Kerrab, yang sebelumnya mengalami sebelas laga tanpa kemenangan, kini perlahan naik ke peringkat keempat belas. Perubahan ini terlihat jelas setelah Rakhmad mengambil alih.

Menurut Rakhmad, sepak bola bertahan adalah logika. “Sebenarnya saya lebih berpikir logis bahwa, ketika kita defend, minimal kita tidak kalah. Ketika kita gagal menyerang, minimal kita seri. Tapi ketika defend kita sudah gagal, kemungkinan untuk kalah itu sangat besar. Makanya, saya perbaiki defend itu,” ujarnya setelah kemenangan atas Bali United pada 05 Mei 2026.

Dalam upaya memperkuat pertahanan, Rakhmad menawarkan variasi formasi. Sapeh Kerrab dapat bermain dengan dua lini yang fokus menguatkan sektor belakang, atau pakem tiga lini yang solid. Ia menilai fleksibilitas formasi penting untuk menyesuaikan diri dengan lawan.

“Bagaimana fleksibilitas formasi di situ saya tekankan benar memang. Karena setelah pertandingan atau latihan, kita sering melakukan analisis bahwa posisi kita saat ini salah, posisi kalian saat bermain lawan ini salah,” jelas Rakhmad.

Ia tetap menegaskan bahwa prioritas utama adalah pertahanan. “Ya, murni karena logis. Feeling saya, sepak bola itu tentang bertahan dulu,” tambahnya.

Rakhmad juga mengakui pengaruh Iwan Setiawan, pelatih yang telah berkarier lebih dari sepuluh tahun. Keduanya menekankan gaya bertahan yang dominan. “Coach Iwan salah satu mentor saya. Jadi, coach Iwan itu menanamkan bagaimana kalian bisa kuat secara unit di belakang kalau per individu kalian tidak kuat,” jelas Rakhmad.

Penekanan pada kemampuan bertahan individu menjadi fokus utama. “Makanya, perbaiki duu individu kalian, kuat satu lawan satu. Kalaupun kalah jumlah, satu lawan dua kalian juga harus kuat,” pungkasnya.

Dengan pendekatan bertahan yang logis dan fleksibilitas formasi, Madura United mulai menunjukkan konsistensi. Rakhmad Basuki, meski masih interim, telah membawa perubahan yang terlihat di lapangan. Perubahan ini menandai langkah penting bagi klub dalam menjaga posisi mereka di kompetisi.

Rakhmad BasukiMadura Unitedpelatih interimstrategi bertahanformasi fleksibelIwan Setiawanperubahan posisi

Komentar

Memuat komentar...