Rapat Danantara, PSEL Denpasar Lanjut, Kritik Warga
Gambar atau konten salah?
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengumumkan akan menggelar rapat dengan Danantara. Rapat itu akan membahas penolakan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di beberapa wilayah Indonesia. Dijadwalkan, rapat akan berlangsung siang ini, Rabu, 10 Juni 2026.
“Saya siang ini rapat dengan Danantara untuk membicarakan salah satunya beberapa hal yang harus dimitigasi lah,” kata Jumhur saat meninjau lokasi proyek PSEL bersama Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Rabu pagi. Ia menegaskan bahwa pembangunan PSEL di Denpasar tetap akan dilanjutkan, dan diperkirakan akan beroperasi pada September 2027.
“Bentuknya kayak pabrik. Jadi kalau anda lihat pabrik di Jakarta, ya kira-kira kayak begitu. Jadi ada bangunan besar, ada turbin nanti, ada pembakaran, ada tempat truk‑truk masuk,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa proyek tersebut akan menambah kapasitas listrik dan mengurangi sampah.
Keputusan pemerintah pusat untuk meneruskan pembangunan PSEL di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, menuai penolakan warga setempat. Mereka menuntut transparansi dan meminta kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang lebih terbuka.
Penolakan juga muncul di Yogyakarta dan Denpasar, namun Menteri tetap yakin proyek dapat berjalan sesuai rencana. PSEL diharapkan menjadi contoh energi terbarukan di Indonesia.
Secara keseluruhan, meski mendapat kritik, pemerintah berkomitmen melanjutkan PSEL dengan upaya mitigasi dan transparansi yang lebih baik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
