Ratusan Hewan Ternak Australia Mendarat di Surabaya, Diperiksa

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Ratusan Hewan Ternak Australia Mendarat di Surabaya, Diperiksa

Gambar atau konten salah?

Ratusan hewan ternak asal Australia baru saja mendarat di Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur. Setibanya di pelabuhan udara, binatang-binatang ini langsung dipindahkan ke Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Tandes, Surabaya.

Para peternak membawa 23 sapi perah, 35 unta, dan 145 domba yang berasal dari ras Texel, Suffolk, dan Dorper. Jumlah ini menambah stok ternak yang sudah ada di wilayah Jawa Timur.

Menurut Sriyanto, Deputi Bidang Karantina Hewan Badan Karantina Indonesia (Barantin), sapi perah impor diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi susu nasional. Ia menegaskan bahwa ketersediaan produk peternakan, khususnya susu dan daging juga penting untuk program pemerintah guna memenuhi gizi masyarakat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Pasokan bahan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program tersebut,” ujarnya.

“Kami memastikan setiap ternak yang masuk telah melalui pengawasan ketat, sehingga produk turunannya dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara aman dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16 April 2026).

Setelah tiba di Surabaya, semua ternak langsung dibawa ke IKH milik Karantina Jawa Timur di Tandes. Selama masa karantina, dilakukan pemeriksaan kesehatan secara ketat. Pemeriksaan meliputi deteksi penyakit menular strategis seperti brucellosis, paratuberculosis (Para TB), enzootic bovine leucosis (EBL), bovine viral diarrhea (BVD), dan lumpy skin disease (LSD). Hanya setelah semua tes menunjukkan hasil positif, ternak akan dilepaskan.

“Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif untuk memastikan hewan yang masuk dalam kondisi sehat serta bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK),” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan lalu lintas hewan impor merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan hayati nasional. Dengan pengawasan optimal, ternak impor diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengembangan sektor peternakan nasional serta mendukung program swasembada pangan secara berkelanjutan. “Kami memastikan seluruh prosedur karantina dilaksanakan sesuai standar, sehingga risiko masuk dan menyebarnya penyakit hewan dari luar negeri dapat dicegah,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jawa Timur), Sokhib, menambahkan bahwa kebutuhan terhadap sapi perah masih cukup tinggi. Ia menyatakan bahwa impor menjadi salah satu langkah jangka pendek untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Data impor pada sistem layanan digital Best Trust Badan Karantina Indonesia sepanjang 2025 mencatat sebanyak 2.863 ekor sapi perah, serta 265 ekor domba yang terdiri atas 230 ekor domba Dorper dan 35 ekor domba Suffolk yang masuk ke Jawa Timur.

Dengan proses karantina yang ketat dan fokus pada kesehatan hewan, langkah ini diharapkan dapat memperkuat pasokan protein hewani di Indonesia. Selain meningkatkan produksi susu, masuknya domba Texel, Suffolk, dan Dorper juga dapat memperkaya keanekaragaman genetik ternak di tanah air, mendukung keberlanjutan sektor peternakan.

Hewan ternak imporKarantina HewanSapi perahDomba TexelProgram Makan Bergizi GratisPengawasan penyakit hewanKetersediaan susuKeamanan hayati nasional

Komentar

Memuat komentar...