Real Madrid Hadapi Bayern, Harus Skor Dua Kali Lebih Besar

Wahyu T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Real Madrid Hadapi Bayern, Harus Skor Dua Kali Lebih Besar

Gambar atau konten salah?

Di Allianz Arena, Bayern Munich menunggu Real Madrid pada malam Kamis, 16 April 2026. Laga leg kedua babak perempatfinal Liga Champions dimulai pukul 02.00 WIB. Real Madrid harus menutup defisit satu gol yang mereka pegang dari leg pertama.

Di pertandingan pekan lalu, Los Blancos dipaksa menyerah 1‑2. Dengan skor tersebut, Real Madrid harus mencetak gol minimal dua kali lebih banyak daripada Bayern untuk langsung masuk semifinal. Misi ini masih dapat dicapai, kata pelatih Alvaro Arbeloa, yang memimpin tim ini.

Di kandang, Real Madrid tampil dominan. Mereka mencatat sembilan tembakan pada target, namun hanya satu yang berbuah gol. Gol itu datang dari Kylian Mbappé, pemain Bayern. Arbeloa menilai bahwa tim perlu lebih piawai dalam menyelesaikan peluang.

“Kami perlu memperbaiki banyak aspek dalam permainan kami. Sangat penting untuk memaksimalkan peluang; saya rasa kami tidak akan mendapatkan peluang sebanyak yang kami miliki pada leg pertama. Namun, dalam pertandingan seperti ini, jika Anda mampu mencetak gol, itu akan meningkatkan kepercayaan diri,” kata Arbeloa dilansir dari situs resmi klub.

Ia menambahkan, “Kami harus mencetak gol jika ingin menang dan lolos ke babak selanjutnya. Kami harus bermain sangat baik besok.”

Real Madrid, yang dikenal dengan strategi menyerang cepat, harus menyesuaikan taktiknya di depan Bayern. Mereka harus mengubah 9 tembakan menjadi gol yang lebih produktif. Keberhasilan mereka bergantung pada kemampuan mencetak gol lebih banyak daripada Bayern dalam satu pertandingan.

Dengan tekanan tinggi, Real Madrid harus menunjukkan konsistensi dan ketahanan mental. Jika mereka gagal, Bayern akan melanjutkan ke semifinal. Keputusan akhir akan tergantung pada seberapa cepat Real Madrid dapat menutup selisih skor.

Allianz ArenaBayern MunichReal MadridLiga ChampionsKylian MbappéArvelloaKonsistensi mental

Komentar

Memuat komentar...