Redite Paing Gumbreg: Hari Arah Bali untuk Usaha & Ritual
Gambar atau konten salah?
Redite Paing Gumbreg menulis pada 10 Mei 2026 tentang ala ayuning dewasa, hari yang dianggap baik menurut kalender Bali. Kalender ini dipakai oleh masyarakat Hindu di Bali untuk menentukan kapan suatu kegiatan adat dan ritual dapat dilakukan.
Berikut daftar beberapa hari dan aktivitas yang disarankan atau tidak disarankan, diambil dari kalenderbali.org:
- Asuajeg Munggah – Baik untuk membuat alat‑alat menakutkan seperti lelakut. Tidak baik untuk menanam padi, kacang‑kacangan. (Alahing dewasa 3)
- Carik Walangati – Tidak baik untuk pernikahan/wiwaha, atiwa‑tiwa/ngaben, dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3)
- Geni Rawana – Baik untuk pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2)
- Kajeng Uwudan – Tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. (Alahing dewasa 2)
- Kala Gotongan – Baik untuk memulai usaha. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. (Alahing dewasa 4)
- Salah Wadi – Tidak baik untuk Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) atau Pitra Yadnya (penguburan, atiwa‑tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll.). (Alahing dewasa 3)
- Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Buat Manggih Suka, Pratiti: Bhawa. (iws/iws)
Artikel ini menyoroti bagaimana hari-hari tertentu di kalender Bali dipilih untuk memulai usaha, melakukan ritual, atau menghindari kegiatan tertentu. Setiap hari diberi nomor Alahing dewasa yang menunjukkan tingkat keberuntungan, membantu masyarakat menentukan kapan waktu terbaik untuk bertindak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
