Redite Pon Dukut Pilih Hari Baik 22 Maret 2026 untuk Adat
Gambar atau konten salah?
(22 Maret 2026) – Redite Pon Dukut menjelaskan ala ayuning dewasa, hari yang dianggap baik atau buruk menurut kalender Bali. Kalender ini dihitung secara khusus dan digunakan masyarakat Hindu di Bali untuk menilai apakah suatu hari layak dijadikan tempat upacara, pernikahan, atau kegiatan lain.
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing‑masing ala ayuning dewasa yang berlaku pada tanggal tersebut:
- Amertayoga – Hari baik untuk memulai pembangunan, mencari nafkah, atau membuka usaha.
- Dauh Ayu – Sesuai untuk membuat awig‑awig, menyiapkan peraturan atau undang‑undang, serta segala aktivitas pembangunan.
- Geni Rawana – Baik bagi pekerjaan yang memanfaatkan api; tidak cocok untuk membangun rumah, memancing, atau bercocok tanam.
- Kala Bangkung, Kala Nanggung – Tidak dianjurkan memulai pemeliharaan ternak.
- Kala Ngruda – Cocok untuk membuat taji, keris, ranjau, bambu runcing, serta merencanakan hal‑hal baik; namun tidak mendukung pekerjaan lain karena risiko halangan atau sakit.
- Kala Tampak – Tidak layak untuk pernikahan.
- Kala Temah – Tidak cocok untuk upacara ayu.
- Kala Wisesa – Baik untuk menebang kayu, memulai aktivitas, atau memanggil petugas.
- Panca Prawani – Tidak layak dipakai dalam upacara ayu.
- Pararasan, Aras Kembang, Pancasuda, Bumi Kepetak, Ekajalaresi, Pratiti, Saskara – Terdapat catatan khusus mengenai penggunaan hari ini, tetapi tidak disertakan detail lebih lanjut dalam sumber ini.
Penafsiran hari-hari ini membantu warga Bali menjaga ritme sosial dan spiritual, memastikan kegiatan penting berlangsung pada waktu yang dianggap paling menguntungkan. Dalam praktiknya, setiap keluarga atau komunitas biasanya memeriksa kalender sebelum mengatur acara besar.
Ringkasan – Pada 22 Maret 2026, Redite Pon Dukut mengungkapkan bahwa kalender Bali menandai hari ini sebagai ala ayuning dewasa dengan berbagai kriteria baik dan buruk. Hari ini dianggap baik untuk memulai usaha dan pembangunan, namun tidak cocok untuk pernikahan, pemeliharaan ternak, atau pekerjaan yang memerlukan penggunaan api. Pengetahuan ini membantu masyarakat Hindu di Bali menentukan waktu yang tepat untuk kegiatan adat dan ritus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Driver Ojol Minta Tolong Saat Motor Diangkut Petugas, Dishub Minta Maaf
PT BTID Bermitra dengan Pemuda Enam Banjar di Festival Penjor
Dana Rp 37,7 M Siap Perbaiki Dua Jalan Rusak di Denpasar Barat
KPK Awasi PPDB Klungkung, Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Ramalan bintang cinta Sabtu 20 Juni 2026
BBMKG: Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Bali, Tabanan dan Gianyar Cerah
Berita Terbaru
Turki Gagal di Piala Dunia 2026 Usai Dua Kekalahan
Jadwal Sholat 21 Juni 2026 untuk 38 Kota di Jatim
Pabrik Plastik dan Mainan di Medan Johor Terbakar Hebat
900 Perenang dari 27 Negara Ramaikan Oceanman Bali 2026
Pertemuan Kiai Sepuh NU di Kediri: Jaga Keakraban Lewat Silaturahim
Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 Digelar di Kediri
Hotel Piala Dunia 2026: Harga Sempat Meroket, Kini Anjlok
Guler Gagal Gol, 11 Tembakan Tak Berbuah di Piala Dunia 2026
Krisis Chip AI Paksa Apple Naikkan Harga Produk