Redite Umanis Warigadean: Hari Baik Bangun Rumah Pasti

Ratna D. · 2 min baca · 11 hari lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Redite Umanis Warigadean: Hari Baik Bangun Rumah Pasti

Gambar atau konten salah?

Redite Umanis Warigadean, Minggu, 24 Mei 2026, dianggap sebagai hari yang baik untuk membangun rumah menurut kalender Bali.

Kalender Bali menyebutkan ala ayuning dewasa sebagai hari yang baik atau buruk untuk melakukan kegiatan adat dan ritual. Masyarakat Hindu di Bali menggunakan perhitungan khusus ini sebelum memulai acara penting.

Berikut daftar ala ayuning dewasa pada hari ini:

  • Catur Laba. Baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. (Alahing dewasa 4)
  • Dewasa Ngelayang. Baik untuk membangun rumah, membuat jukung dan sejenisnya. (Alahing dewasa 2)
  • Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2)
  • Kala Buingrau. Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 4)
  • Kala Mangap. Tidak baik untuk berbelanja, bila menggunakan hari ini akan berakibat boros. (Alahing dewasa 4)
  • Kaleburau. Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa‑tiwa/ngaben. (Alahing dewasa 3)
  • Lebur Awu. Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi. (Alahing dewasa 4)
  • Panca Prawani. Tidak baik dipakai dewasa ayu. (Alahing dewasa 2)
  • Rangda Tiga. Tidak baik melakukan upacara pawiwahan. (Alahing dewasa 3)
  • Sedana Yoga. Baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki. (Alahing dewasa 2)
  • Upadana Amerta. Baik untuk menanam suatu tanaman, membuat alat‑alat berdagang atau mulai berjualan. (Alahing dewasa 2)
  • Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Bawu Putra, Pratiti: Jaramerana. (iws/iws)

Hari ini menandai hari yang dianggap baik untuk membangun rumah, namun tidak disarankan untuk melakukan beberapa kegiatan lain seperti berbelanja atau melaksanakan upacara tertentu. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Bali menggunakan kalender tradisional untuk memandu aktivitas sehari‑hari.

Redite Umanis Warigadeankalender Baliala ayuning dewasapembangunan rumahupacaraaktivitas tradisionalcatur labakegiatan adat

Komentar

Memuat komentar...