Redite Umanis Warigadean: Hari Baik Bangun Rumah Pasti
Gambar atau konten salah?
Redite Umanis Warigadean, Minggu, 24 Mei 2026, dianggap sebagai hari yang baik untuk membangun rumah menurut kalender Bali.
Kalender Bali menyebutkan ala ayuning dewasa sebagai hari yang baik atau buruk untuk melakukan kegiatan adat dan ritual. Masyarakat Hindu di Bali menggunakan perhitungan khusus ini sebelum memulai acara penting.
Berikut daftar ala ayuning dewasa pada hari ini:
- Catur Laba. Baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. (Alahing dewasa 4)
- Dewasa Ngelayang. Baik untuk membangun rumah, membuat jukung dan sejenisnya. (Alahing dewasa 2)
- Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2)
- Kala Buingrau. Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 4)
- Kala Mangap. Tidak baik untuk berbelanja, bila menggunakan hari ini akan berakibat boros. (Alahing dewasa 4)
- Kaleburau. Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa‑tiwa/ngaben. (Alahing dewasa 3)
- Lebur Awu. Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi. (Alahing dewasa 4)
- Panca Prawani. Tidak baik dipakai dewasa ayu. (Alahing dewasa 2)
- Rangda Tiga. Tidak baik melakukan upacara pawiwahan. (Alahing dewasa 3)
- Sedana Yoga. Baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki. (Alahing dewasa 2)
- Upadana Amerta. Baik untuk menanam suatu tanaman, membuat alat‑alat berdagang atau mulai berjualan. (Alahing dewasa 2)
- Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Bawu Putra, Pratiti: Jaramerana. (iws/iws)
Hari ini menandai hari yang dianggap baik untuk membangun rumah, namun tidak disarankan untuk melakukan beberapa kegiatan lain seperti berbelanja atau melaksanakan upacara tertentu. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Bali menggunakan kalender tradisional untuk memandu aktivitas sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SMP Jembrana: 99,97% Lulus, Satu Siswa Tidak Lulus Di Sekolah
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Berita Terbaru
Kenaikan Harga Minyakita Tertinggi Disepakati, Waktu Belum
DPRD Bogor Ubah Peraturan Daerah ke Braille Hari Jadi ke-544
Kasus Katup Jantung Naik di Indonesia, Deteksi Awal Penting
Egy Maulana Vikri: Siap Tampil Maksimal di Skuad AFF 2026
Ganda Putri Indonesia Menang di Babak 16 Besar Open 2026
Ariston Pamer Andris 3: Water Heater Cerdas Kamar Mandi
PHK Januari–Mei 2026 Turun ke 23.470, Proyeksi CORE Naik
