Remaja 14 Tahun Ogan Komering Ilir Jadi Jemaah Haji Termuda

Lia N. · 2 min baca · 29 hari lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Remaja 14 Tahun Ogan Komering Ilir Jadi Jemaah Haji Termuda

Gambar atau konten salah?

Sela Qamsiah, seorang remaja berusia 14 tahun, menjadi jemaah haji termuda dari Kabupaten Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan. Pada 04 Mei 2026, ia menempuh ibadah haji bersamanya ayahnya, menggantikan ibunya yang seharusnya ikut. Pendaftaran haji keluarga dimulai pada tahun 2013, namun perjalanan ini hanya terwujud setelah keputusan keluarga.

Menurut Walidi Wargimo, ayah Sela, keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan ibunya tidak memungkinkan. Ia mengatakan, “Ibunya kena gagal ginjal sudah stadium 5, harus cuci darah. Sudah tiga tahun menjalani cuci darah. Setelah diperiksa di rumah sakit, dinyatakan tidak istitha’ah.” Pemberitahuan tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga.

Walidi menggambarkan suasana haru saat mendengar kabar itu. Ia berkata, “Ketika dinyatakan tidak istitha’ah itu, anak ini juga dengar, akhirnya dua-duanya nangis. Nangis kuat-kuat, histeris.” Setelah musyawarah, keluarga memutuskan bahwa porsi haji akan dilimpahkan kepada anak bungsunya yang kini duduk di kelas 9 SMP. “Kami mufakat keluarga, akhirnya yang berangkat anak ini. Harapan kami, ini bisa jadi inspirasi untuk kakak-kakaknya supaya cepat mendaftar haji,” ujar Walidi.

Proses pelimpahan porsi haji berjalan cukup cepat. Walidi menjelaskan, “Pengurusan di Palembang hanya membutuhkan waktu singkat. Kalau di sini tidak sampai dua jam selesai. Total dua hari sudah beres. Yang agak lama justru di desa karena perbaikan surat pelimpahan ahli waris.”

Sela mengaku perasaannya campur aduk. Ia berkata, “Ada senangnya, ada sedihnya juga. Sedihnya Ibu nggak bisa berangkat, senengnya juga bisa lihat Tanah Suci.” Saat pertama kali mengetahui ibunya tidak bisa berangkat, ia menambahkan, “Sedih juga, kok kenapa nggak bisa gitu. Padahal sebelumnya masih kuat, tapi kan tergantung prosedurnya, nggak boleh karena cuci darah.”

Wawancara dengan Sela berlangsung di lokasi yang penuh emosi. Matanya berkaca-kaca, namun ia menahan tangis dan tetap menjawab setiap pertanyaan dengan tenang. Suasana haru menyelimuti, bahkan beberapa wartawan terlihat terdiam dan tersentuh.

Selama ibadah haji, Sela membawa doa khusus untuk ibunya. Ia berseru, “Semoga cepat sembuh, kayak dulu lagi, terus hidup lebih nyaman.” Doa ini mencerminkan harapan besar bagi keluarga.

Di usianya yang masih sangat muda, perjalanan Sela ke Tanah Suci bukan sekadar ibadah. Ia mengekspresikan pengabdian dan cinta kepada orang tua. Kisah ini mengingatkan bahwa setiap keberangkatan haji dibalut perjuangan, pengorbanan, dan harapan yang mendalam.

Perjalanan Sela Qamsiah menegaskan bahwa di balik setiap langkah ke Tanah Suci, ada cerita pribadi yang kuat. Meskipun usia masih muda, ia menunjukkan keteguhan hati dan tekad untuk menunaikan ibadah demi keluarga.

Sela Qamsiahhaji termudakabupaten Ogan Komering Ilirgagal ginjalproses pelimpahan hajiTanah Suciharapan keluarga

Komentar

Memuat komentar...