Remaja Garut Ditemukan Tanpa Pakaian di Kampung Cipepe
Gambar atau konten salah?
MR, seorang remaja asal Garut, ditemukan berada di permukiman tanpa pakaian pada 29 Maret 2026. Ia hilang di kaki Gunung Guntur, tepatnya di perbukitan Sanghiang, Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, saat bersama dua saudaranya mencari serangga.
Menurut Kapolsek Tarogong Kaler, Ate Ahmad Hermawan, perjalanan dimulai pada jam 10.00 WIB ketika mereka berangkat dari rumah. “Mereka berniat untuk mencari serangga jenis tongeret yang diperuntukan untuk bahan kosmetik. Berangkat dari rumah hari Minggu sekitar jam 10.00 WIB,” kata Ate kepada wartawan pada 30 Maret 2026.
Setelah berjalan sekitar satu kilometer, pada pukul 12.00 WIB rombongan tiba di perkebunan cabai milik warga. Namun, di sana, MR sudah terpisah dari dua saudaranya. “Pada pukul 13.00 WIB, saksi memutuskan untuk kembali ke permukiman karena korban tidak kunjung ditemukan dan segera melaporkan ke pihak keluarga dan warga setempat untuk melakukan pencarian,” ujar Ate.
Karena korban tidak ditemukan, keluarga melaporkan kejadian ke Polsek Tarogong Kaler pada pukul 20.30 WIB. Sekitar satu jam kemudian, personel gabungan TNI‑Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat melakukan pencarian. “Namun, sekitar pukul 22.15 WIB, petugas gabungan mendapati informasi bahwa korban telah ditemukan,” laporkan Ate.
Anehnya, MR ditemukan di kawasan Kampung Cipepe, Desa Mekargalih, yang terletak jauh dari titik terakhir terlihat bersama saksi. Menurut keterangan saksi, MR ditemukan dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian sehelai pun. “Ditemukan dengan kondisi bingung dan tidak memakai pakaian. Kemudian korban dibawa oleh kepala desa untuk diamankan ke kediamannya,” ucap Ate.
Sebelum ditemukan di permukiman warga Cipepe, Tarogong Kidul, MR sempat terlihat linglung oleh seorang pemilik lahan di dekat perbukitan Sanghiang. Menurut warga tersebut, MR tampak bertatapan kosong hingga berbicara sendiri. “Saksi dua juga menyatakan jika sepanjang perjalanan yang bersangkutan ini melantur. Banyak membahas hal mistis seperti hantu, sehingga menyebabkan saksi dua ingin pulang,” kata Ate.
Walaupun ada unsur mistis yang dilaporkan, Ate menegaskan pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab MR menghilang dan ditemukan jauh dari lokasi. “Sejak malam tadi personel kami masih melakukan pendampingan. Anggota masih melakukan penyelidikan,” pungkas Ate.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya koordinasi antara aparat, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat dalam pencarian korban hilang. Kejadian ini juga mengingatkan bahwa kondisi alam di daerah pegunungan dapat menimbulkan risiko bagi pendakian, terutama bagi remaja yang belum berpengalaman. Dengan kerja sama yang solid, korban dapat ditemukan lebih cepat, mengurangi risiko kesehatan dan psikologis bagi yang hilang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
DPRD Bogor Ubah Peraturan Daerah ke Braille Hari Jadi ke-544
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak setelah 2,5 Tahun
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
