Remaja Lampung berpakaian pria, target pernikahan gay Biji Nangka

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Remaja Lampung berpakaian pria, target pernikahan gay Biji Nangka

Gambar atau konten salah?

Pada 08 April 2026, di Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dua remaja perempuan asal Lampung melakukan penyamaran.

Santi (19) dan temannya Sintia (15) memakai pakaian pria dan memberi nama samaran Mulang dan Edo untuk mengeksekusi rencana mereka. Tujuannya adalah menempuh pernikahan dengan Alda (15), kekasih mereka yang juga perempuan.

Rencana ini bermula ketika Santi dan Alda bertemu lewat aplikasi Pop Up pada bulan Maret 2026. Setelah berpacaran, Santi memutuskan datang ke Sinjai untuk melamar.

Sesampainya di Sinjai, keluarga Alda menuntut Rp 250 juta sebagai mahar. Santi tidak mampu memenuhi permintaan tersebut, sehingga lamaran dibatalkan. Abdul Rauf, Kepala Desa Biji Nangka, mengonfirmasi bahwa dua remaja tersebut memang perempuan.

“Iya, ada dua orang dari Lampung bernama Santi dan Sintia. Keduanya menyamar sebagai laki-laki,” kata Abdul Rauf pada 11 April 2026.

Setelah penyamaran terbongkar, Abdul Rauf menghubungi keluarga Santi untuk memastikan niat mereka. Ia kemudian menyerahkan kedua remaja ke Polsek Sinjai Borong, yang menindaklanjuti dengan membawa mereka ke Polres Sinjai.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul, menyatakan bahwa ia sedang menangani kasus tersebut. Ia menambahkan, “Mereka (Santi dan Alda) berkenalan pada bulan Maret tahun 2026 lewat aplikasi Pop Up, sampai berpacaran dan kemudian Santi datang ke Sinjai untuk menikahinya.”

Video yang beredar di media sosial menunjukkan Santi mengenakan kemeja kotak-kotak, duduk sambil menunggu pertanyaan tentang ongkos perjalanan. Adegan lain menampilkan Santi dan Sintia berdiri di depan seorang pria berpakaian peci, yang menanyakan alasan mereka menyamar.

Kasus ini menyoroti tantangan hukum dan sosial bagi pasangan sesama jenis di Indonesia. Penyamarannya menimbulkan pertanyaan tentang identitas dan hak pernikahan, sementara tuntutan mahar yang tinggi menunjukkan ketidakseimbangan ekonomi dalam proses pernikahan tradisional.

Penyamaran remajaPernikahan sesama jenisMahar 250 jutaPop Up aplikasiPolres SinjaiKepala Desa Biji NangkaKasat Reskrim Iptu Asrul

Komentar

Memuat komentar...