Remaja Malaysia Viral TikTok: Menjual Semangka Tanpa Harga
Gambar atau konten salah?
Zufar, seorang remaja asal Malaysia berusia 17 tahun, menjadi sorotan setelah video TikToknya beredar luas. Dalam video tersebut, ia menjual minuman semangka dengan konsep bayar seikhlasnya, tanpa menuliskan harga tetap.
Video itu menampilkan Zufar di sebuah gerobak kecil, menyiapkan es semangka mint squash. Ia menjelaskan bahwa ia tidak menaruh harga karena kesulitan membaca angka dan menghitung, akibat disleksia yang dialaminya sejak kecil. “Banyak orang tanya kenapa saya tidak taruh harga. Itu karena saya tidak pandai menghitung dan susah membaca angka. Dokter bilang saya punya disleksia,” ujarnya.
Walaupun menghadapi keterbatasan, Zufar tidak menyerah. Ia memandang kondisi tersebut sebagai tantangan hidup. “Tapi saya tidak apa-apa. Saya anggap ini sebagai tantangan,” tambahnya. “Walaupun saya tidak pandai membaca dan menghitung, saya tahu satu hal. Saya tahu cara bekerja keras. Setiap gelas yang saya buat, saya buat sepenuh hati.”
Keluarganya juga menjadi pendorong utama. Ibu, ayah, kakak, dan adiknya terus memberi semangat agar ia tidak mudah putus asa dalam mencari nafkah. Dukungan ini terlihat jelas di setiap komentar yang muncul di video tersebut.
Video tersebut kemudian viral dan menimbulkan banyak reaksi di media sosial. Banyak netizen memuji semangat kerja keras Zufar yang dianggap inspiratif di tengah keterbatasan yang dimilikinya. Beberapa komentar menyatakan harapan agar usaha minuman semangka miliknya semakin ramai dan sukses.
Di sisi lain, muncul juga komentar yang menunjukkan keprihatinan. Ada dugaan bahwa beberapa pelanggan membayar minuman dengan nominal sangat kecil, bahkan hanya menggunakan uang receh. Meski begitu, kolom komentar tetap dipenuhi doa dan dukungan.
Contoh komentar yang populer adalah, “Salut banget, kondisinya gak jadi batasan buat dia, semoga rezekimu selalu berkah,” dan “Semoga apa yang kau lakukan bisa membawa dirimu dalam keberkahan.”
Video ini menunjukkan bahwa keterbatasan tidak harus menjadi penghalang. Dengan tekad, dukungan keluarga, dan sikap positif, Zufar berhasil menciptakan usaha sederhana yang mendapat simpati publik. 13 Mei 2023 menjadi tanggal penting bagi banyak orang yang terinspirasi oleh kisahnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
