Rembang Tutup Jalan 28 Maret untuk Kirab Sedekah Laut
Gambar atau konten salah?
Rembang – Beberapa ruas jalan di jalur Pantura Rembang akan ditutup pada 28 Maret 2026 untuk acara kirab sedekah laut atau syawalan. Penutupan dimulai dari Jembatan Karanggeneng, depan Taman Kartini hingga Tugu Adipura dan berlaku dari pukul 07.00 WIB sampai 11.00 WIB.
Di 27 Maret 2026 petang, petugas menyiapkan median jalan di area depan Taman Kartini–Tugu Adipura untuk keamanan lalu lintas. Di sepanjang tepi jalan, banyak pedagang aneka rupa yang beraktivitas, menambah keramaian di wilayah tersebut.
Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ryan Mitha Pangesty, menjelaskan rekayasa lalu lintas selama kirab. Ia mengimbau masyarakat menghindari ruas jalan dalam kota dan menggunakan jalur alternatif. “Selama kegiatan kirab, sejumlah ruas akan ditutup sementara. Kami minta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan jalur alternatif yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Arus kendaraan dari arah Semarang dialihkan melalui Pertigaan Pentungan menuju Lingkar Waru‑Ngotet‑Soklin. Sementara itu, kendaraan dari Surabaya diarahkan lewat Pertigaan Soklin‑Ngotet‑Waru sampai Pasar Pentungan. Kendaraan berat bersumbu tiga atau lebih diminta berhenti di kantong parkir yang telah disediakan, sedangkan kendaraan kecil tetap mengikuti aliran yang telah ditetapkan.
Pengunjung syawalan di kawasan Taman Kartini diminta memanfaatkan lokasi parkir yang telah disiapkan. Di antaranya halaman perkantoran sekitar lokasi, Jalan Gambiran (depan RM Hien), Jalan Pemuda sisi timur, serta area sekitar Alun‑alun Rembang.
“Kami juga mengimbau pengendara untuk tetap tertib, tidak memaksakan masuk ke jalur yang ditutup, dan mengutamakan keselamatan selama berkendara,” tegasnya. Polisi menyiagakan personel di sejumlah titik untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memberikan informasi kepada pengguna jalan.
Kirab sedekah laut merupakan bagian dari rangkaian acara Gebyar Sedekah Laut dan Bumi yang digelar di kawasan Tasikagung Rembang sejak 27 Maret 2026 hingga 6 April 2026. Acara ini menampilkan berbagai kegiatan budaya dan sosial.
Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali pada 27 Maret 2026 dengan barongan tolak balak, tahlil dan tirakat, serta pentas kesenian. Puncak acara berlangsung pada 28 Maret 2026 berupa pawai atau kirab larung sesaji, dilanjutkan jambore, pentas barongan, hingga pertunjukan ketoprak.
Hari-hari berikutnya dipenuhi hiburan musik dan budaya, termasuk penampilan orkes dangdut, wayang kulit, pengajian, dan konser musik rakyat. Semua kegiatan dirancang untuk mempererat kebersamaan dan menjaga keselamatan lalu lintas di wilayah Rembang.
Acara ini menunjukkan upaya komunitas Rembang menjaga keselamatan lalu lintas sambil merayakan tradisi, menekankan pentingnya koordinasi antara polisi dan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Ekshibisi AI Kembali Jadi Cabang OSN 2026, Siap Menguji Siswa
Puspresnas Ungkap Foto Soal OSN 2026, Ponsel Diizinkan
IHSG Turun 3,48% di Sesi I, Saham Bank Jatuh Signifikan
Gempa 4,8 M di Manokwari, Papua Barat, Dirasakan MMI II‑III
Prabowo Tegaskan MBG: Tetap Utuh, Tanpa Korupsi, Porsi Aman
Kenaikan Harga Minyakita Tertinggi Disepakati, Waktu Belum
