Renungan Hari Ini: Yesus Hadir di Tengah Badai Kesulitan

Yuli S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Renungan Hari Ini: Yesus Hadir di Tengah Badai Kesulitan

Gambar atau konten salah?

18 April 2026 – Hari ini, umat Katolik di seluruh Indonesia diajak untuk merenungkan kehadiran Tuhan dalam setiap kesulitan. Renungan ini menekankan bahwa Yesus tidak pernah jauh dari kita, bahkan ketika hidup terasa berat, iman diuji, dan ketakutan menguasai hati.

Berawal dari bacaan Kitab Suci, kita diajak membaca Kis 6:1-7 yang menceritakan tentang pertumbuhan jumlah murid dan perpecahan di antara orang Yahudi dan Yunani. Dalam teks tersebut, rasul-rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus. Mereka dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Selanjutnya, Mzm 33:1-2.4-5.18-19 mengajak kita bersorak-sorai kepada Tuhan. Teksnya berbunyi: “Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.”

Berlanjut pada bacaan Injil, Yoh 6:16-21 menggambarkan situasi di danau Galilea. “Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahudan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘Aku ini, jangan takut!’ Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.”

Renungan hari ini, Yesus Hadir dalam Kesulitan, menyoroti pesan penting dari bacaan tersebut. Ketika murid-murid menyeberang dan menghadapi badai, mereka melihat Yesus berjalan di atas air. Ketakutan muncul, namun Yesus mengingatkan mereka untuk tidak takut. Pesan ini mengingatkan kita bahwa ketika hidup terasa bergelora, Tuhan tetap berada di samping kita.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, banyak yang mengalami situasi serupa. Misalnya, saat pandemi Covid-19, banyak perusahaan mengalami kerusuhan seperti perahu yang terombang-ambing. Rasa cemas dan takut menaklukkan, namun dengan kesabaran dan saling pengertian, banyak yang berhasil melewati masa sulit. Seorang karyawan, yang sudah lama bekerja dan mengenal banyak teman, mengingatkan bahwa ia selalu berdoa untuk rekan-rekannya. Ketika ada yang sakit, ia mengajak teman-teman lain untuk mendoakannya dan memulai bantuan. Kehadiran Kristus terasa nyata dalam tindakan tersebut.

Pengalaman pribadi ini menunjukkan bahwa Yesus hadir dalam setiap badai. Ketika pandemi mereda, karyawan tersebut kembali bekerja normal. Ia percaya bahwa Yesus selalu hadir untuk menolong. Ia menyadari bahwa dalam kesulitan, kehadiran Kristus menguatkan dan memperkuat iman. Ia semakin mengenal-Nya, dan perjalanan imannya semakin maju.

Renungan ini mengajak setiap orang untuk merenungkan bagaimana mereka merasakan kehadiran Tuhan ketika menghadapi kesulitan. Apakah mereka merasakan ketenangan, ataukah masih takut? Apakah mereka berdoa, atau lebih memilih untuk menunggu? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu kita menilai hubungan kita dengan Tuhan dalam situasi sulit.

Doa Penutup mengajak umat untuk mengingat kebaikan Tuhan. “Yesus Kristus yang baik hati dan penuh hikmat, kami berterima kasih atas ajaran kebaikan-Mu dan kebijaksanaan-Mu. Semoga ketika kami mengalami badai kesulitan, kami menyadari dan merasakan kehadiran-Mu, sehingga kami tidak perlu merasa cemas dan takut. Kami mau selalu mengandalkan Engkau dalam menghadapi badai kesulitan, sebab Engkaulah Tuhan dan Juru Selamat yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.”

Dengan doa ini, umat diingatkan bahwa Tuhan selalu di sisi mereka. Ia mengajak untuk terus mengandalkan-Nya, bahkan ketika badai kehidupan terasa tak terelakkan.

Oleh: Antonius Tjahiono

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik

Renungan ini menegaskan bahwa Yesus tidak pernah jauh dari kita. Ketika kita menghadapi badai, baik itu badai emosional, kesehatan, atau pekerjaan, Tuhan tetap di sisi. Ia menenangkan hati, memberi kekuatan, dan mengingatkan bahwa setiap penderitaan tidak sia-sia ketika dijalani bersama Kristus. Dengan memahami pesan ini, kita dapat lebih yakin bahwa Tuhan selalu hadir, bahkan di tengah kesulitan yang paling berat.

YesusBadaiKehadiran TuhanPandemi Covid-19DoaImanKaryawanKebijaksanaan

Komentar

Memuat komentar...