Retakan 30m di Gunung Wilis Ancaman Longsor Warga Cek

Ani R. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Retakan 30m di Gunung Wilis Ancaman Longsor Warga Cek

Gambar atau konten salah?

Retakan tanah sepanjang 30 meter ditemukan di lereng Gunung Wilis di hutan Dusun Salamjudeg, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Tim gabungan BPBD Nganjuk, Tagana, Forpimcam Ngetos, Perhutani, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat setempat memeriksa retakan pada 5 April 2026.

Kepala BPBD Nganjuk, Sutomo, menjelaskan retakan tampak menganga dengan kedalaman 30 sentimeter hingga 3 meter. Ia menilai potensi longsor mengancam warga.

Retakan berada di kawasan pegunungan, tepatnya di atas area petilasan Makam Argojali,” ujar Sutomo. Ia menambahkan risiko pergerakan tanah meningkat setelah kemarau panjang diikuti hujan.

Tim BPBD Nganjuk terus melakukan pemantauan dan siaga. Sutomo mengimbau warga di sekitar lokasi dan yang melintas untuk waspada, bahkan bersiap mengungsi jika tanah semakin labil.

Camat Ngetos, Nuri Prihandoko, menambahkan jarak retakan dengan permukiman terdekat sekitar 2,5 kilometer. Dari Dusun Salamjudeg, sekitar 50 kepala keluarga tinggal.

Di sekitar retakan ada lahan garapan warga yang ditanami cengkeh. Lokasi ini sering dikunjungi peziarah menuju petilasan Makam Argojali, sehingga risiko tidak hanya bagi warga, tetapi juga pengunjung.

Nuri menyatakan pihaknya bersama pihak terkait akan segera memasang banner atau papan peringatan serta garis polisi di sekitar retakan. Ia meminta masyarakat lebih waspada, terutama saat melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi.

Situasi ini menambah perhatian tentang keamanan tanah di wilayah pegunungan. Retakan panjang dan kedalaman signifikan menandakan potensi pergerakan tanah serius, terutama setelah periode kemarau panjang. Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti petunjuk petugas.

Retakan tanah di Gunung Wilis menimbulkan risiko longsor. Tim pemantauan terus siaga, dan masyarakat di sekitar wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi peringatan.

retakan tanahGunung WilisNganjukBPBDlongsorkemarauMakam Argojali

Komentar

Memuat komentar...