Rika Fitri, 40, Memelihara 17 Piton untuk Tarian Ular

Jaka M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Rika Fitri, 40, Memelihara 17 Piton untuk Tarian Ular

Gambar atau konten salah?

Rika Fitri berusia 40 tahun, tinggal di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Ia menjalani kehidupan yang tidak biasa: mengurus 17 ekor ular piton di rumahnya. Kecintaannya pada reptil dimulai sejak kecil, namun pada tahun 2020 ia memutuskan untuk serius memelihara piton. Sejak saat itu, koleksi piton Rika bertambah hingga mencapai 17 ekor, beragam jenis seperti sanca kembang, tiger, ivory, dan albino.

“Awalnya itu penasaran, terus suka. Lalu dapat rezeki terus beli. Awalnya cuman punya satu, terus dikembangkan. Sekarang punya 17 ekor ular piton,” ungkap Rika. Ia menjelaskan bahwa memelihara belasan ular berukuran besar memerlukan perawatan ekstra setiap hari. Tugasnya meliputi pembersihan kandang, pengawasan suhu, serta mandi ular setiap tiga hari sekali. Rika menambahkan, “Umpanya ngasih makannya bareng ya bisa sampai 20 ekor. Karena kalau ular yang 5 meter bisa sampai 2 ekor ayam.”

Setiap minggu, 17 piton Rika memakan antara 15 hingga 20 ekor ayam. Pakan ini menjadi beban terbesar dalam pengeluaran bulanan. Biaya pakan mencapai ratusan ribu rupiah per bulan. Untuk menutupi biaya tersebut, Rika mengandalkan profesinya sebagai penari ular, yang sudah ia tekuni sejak lulus SMA. Ia menggunakan piton miliknya sendiri saat tampil di acara lokal.

“Kalau waktu bulan Agustus lebih ramai lagi. Setiap hari bisa 3 tempat job tari ular,” jelas Rika. Ia biasanya tampil di karnaval desa atau pertunjukan hiburan seperti sound horeg. Setiap pertunjukan dibayar sekitar Rp 500 000. Uang yang diperoleh Rika langsung dialokasikan untuk membeli pakan, merawat piton, dan membeli perlengkapan tari seperti baju dan mahkota. “Iya buat perawatan ular. Kadang juga buat perawatan perlengkapan tari, seperti baju dan mahkota juga,” tambahnya.

Awalnya, keluarga Rika menolak ide memelihara ular. Namun, setelah melihat tekadnya, suami dan anak-anaknya kini sudah terbiasa. “Alhamdulillah sekarang keluarga sudah biasa. Kalau dulu ya keluarga ngomel-ngomel,” pungkas Rika. Kini, keluarga hidup berdampingan dengan belasan reptil tersebut tanpa mengganggu aktivitas harian.

Rika Fitri menunjukkan bahwa hobi ekstrem dapat dijadikan sumber penghasilan jika dikelola dengan disiplin. Dengan rutinitas perawatan yang ketat dan pendapatan dari pertunjukan, ia berhasil menjaga kesehatan 17 piton sekaligus memenuhi kebutuhan keluarganya. Kegigihannya menjadi contoh bahwa passion, bila dipadukan dengan kerja keras, dapat menghasilkan kehidupan yang unik namun terkelola.

Rika FitriUlar pitonPenari ularBiaya pakanPertunjukanKarnaval desaKeluarga

Komentar

Memuat komentar...