Rika Fitri, Penari Ular, Memelihara 17 Piton di Rumah
Gambar atau konten salah?
Rika Fitri, 26 tahun, berasal dari Desa Grobogan, Mojowarno, Jombang, menampung 17 ekor ular piton di rumahnya. Ia memelihara ular-ular ini sambil bekerja sebagai penari ular.
Sejak lulus SMA pada 2005, Rika sudah terjun ke dunia seni tari ular. Pada awalnya, ia hanya menyewa ular untuk pertunjukan karena belum memiliki hewan peliharaan sendiri.
Suami Rika, Sugeng Waluyo, 42 tahun, pertama kali membeli ular piton pada tahun 2020. Ular pertama yang ia beli adalah Piton Golden Child berwarna hitam, yang kemudian menjadi atraksi utama dalam pertunjukan tari ular.
Rika mengatakan, "job tari ular kerap datang untuk menghibur di acara karnaval desa dan sound horeg." Ia sering menerima panggilan 2‑3 kali dalam satu bulan. Pada bulan Agustus, situasinya lebih ramai: "Kalau waktu bulan Agustus lebih ramai lagi. Setiap hari bisa 3 tempat job tari ular," jelasnya kepada wartawan di rumahnya pada 30 Maret 2026.
Untuk setiap pertunjukan, Rika menetapkan tarif Rp 500.000. Ia biasanya menampilkan 2‑3 ular piton berukuran kecil hingga besar, dengan panjang mencapai 5 meter. Pertunjukan berlangsung sekitar 30 menit, dibumbui dengan 3 lagu.
Uang yang diperoleh dari pekerjaan ini dialokasikan untuk memelihara 17 ekor ular tersebut. Setiap minggu, ular-ularnya mengkonsumsi 15‑20 ekor ayam tiren, setara dengan pengeluaran 500‑800 ribu rupiah per bulan. "Iya buat perawatan ular. Kadang juga buat perawatan perlengkapan tari, seperti baju dan mahkota juga," tambahnya.
Ketertarikan Rika pada reptil dimulai sejak kecil. Ia mulai memelihara ular piton pada tahun 2020, dan sejak itu jumlahnya bertambah. Kini, ia memiliki 17 ekor ular piton berbagai jenis, mulai dari sanca kembang, golden child, tiger, ivory, hingga ular piton albino.
Semua ular tersebut disimpan di dalam kandang di rumah, sehingga tidak mengganggu aktivitas keluarga. Rika, ibu dua anak, menjaga kebersihan dan kesehatan ular-ularnya dengan rutin.
Melalui kombinasi seni dan hobi, Rika Fitri berhasil menciptakan sumber pendapatan yang cukup untuk memelihara koleksi piton yang besar. Ia tetap berpegang pada kebutuhannya, sekaligus menjaga kesejahteraan hewan yang ia cintai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Berita Terbaru
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
Furtasan Usulkan PTN Seleksi Mahasiswa Hanya Dua Jalur
DPR Setujui RUU P2SK, OJK Diperluas Tugas Pengawasan
