Riyaya Kupat 2026: Pendistribusi 4.000 Ketupat Mangkunegaran
Gambar atau konten salah?
Pada 28 Maret 2026, KGPAA Mangkunegara X menggelar acara silaturahmi yang dinamai Riyaya Kupat Mangkunegaran. Acara ini berlangsung di dua lokasi: halaman Pamedanan dan Pendopo Ageng Mangkunegaran.
Di halaman Pamedanan, ribuan warga menunggu, menukar kupon Googleform dengan ketupat sayur dan air mineral. Setelah itu, mereka menikmati lontong sayur di area yang sudah disiapkan. Seorang warga, Nur Isnawati, mengungkapkan: “Baru pertama mendapatkan, senang banget. Saya sebagai orang Solo memang tradisinya setelah lebaran ada kupat seperti ini. Semoga tiap tahun ada (acara seperti ini) terus,”.
Sementara di Pendopo Ageng, acara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Pertama, keluarga, kerabat, dan abdi dalem Mangkunegaran bersilaturahmi. Setelah itu, masyarakat diberi kesempatan masuk dan bertemu langsung dengan Mangkunegara X. Warga terlihat antusias. Hilda, warga Kecamatan Banjarsari, berkata: “Alhamdulillah, senang banget, baru pertama saya bertemu. Masyaallah ganteng banget, ramah, pokoknya wow banget luar biasa. Sehat selalu kagem keluarganya Gusti Mangkunegara,”.
GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran, menjelaskan bahwa Pura Mangkunegaran menggelar halalbihalal setiap tahun setelah Idul Fitri. Pada tahun ini, yang berbeda adalah distribusi 4.000 ketupat sayur ke sembilan kelurahan di Kecamatan Banjarsari. Ia berkata: “Selain bersama abdi dalam dan kerabat, kami juga bersilaturahmi atau syawalan bersaman masyarakat di Kota Solo dan membuka untuk ikut acara di Mangkunegaran. Kami juga siapkan 4.000 ketupat sayur ke 9 kelurahan di Kecamatan Banjarsari yang merupakan wilayah Mangkunegaran,”.
Gusti Sura menegaskan tujuan acara: “Harapannya kami di Mangkunegaran bisa semakin erat hubungannya dengan masyarakat Kota Solo. Karena setelah lebaran ini merupakan momen kami bisa bersilaturahmi, bisa berkumpul dengan kerabat dan abdi dalem,”.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi open house bukan kali pertama. “Acara seperti ini akan selalu ada setiap tahun karena sudah dimulai dari tahun-tahun sebelumnya. Formatnya sebetulnya hampir sama, tetapi yang berbeda dan spesial di tahun ini adalah kami membagikan 4.000 ketupat itu,” katanya. Menurutnya, ketupat itu melambangkan pengakuan kesalahan dan kesucian hati setelah maaf. Ia menjelaskan: “Ketupat itu diyakini merupakan pengejawantahan dari ngaku lepat, yang berarti mengakui kesalahan. Melalui tradisi itu, Mangkunagoro dan masyarakat diajak untuk saling mengakui kekhilafan dan berlapang dada memberikan maaf setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan. Anyaman janur bungkus ketupat yang rumit mencerminkan keruwetan dosa dan kesalahan manusia. Namun, ketika dibelah, isinya yang putih bersih melambangkan kesucian hati setelah saling memohon ampunan.”
Acara ini menjadi ajang penguatan hubungan antara penguasa dan rakyat, sekaligus memperkuat nilai budaya dan kepercayaan akan pentingnya saling memaafkan setelah masa ibadah. Setiap tahun, masyarakat diharapkan dapat merasakan kehangatan dan kebersamaan melalui simbol ketupat yang sederhana namun bermakna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz