RKP 2027: Delapan Klaster PKPN ke Pembangunan Mandiri Indonesia
Gambar atau konten salah?
Rencana Kerja Pemerintah 2027 (RKP 2027) akan dijalankan melalui delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, delapan klaster tersebut dirancang untuk menuntun pembangunan nasional ke arah yang lebih mandiri.
“PKPN ini dilaksanakan melalui 8 klaster utama dengan total 60 program untuk memperkuat kemandirian bangsa, yaitu kedaulatan pangan, kemandirian energi, kemandirian air, pendidikan yang makin berkualitas, kesehatan yang makin baik, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan terhadap bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan jumlah orang miskin,” kata Rachmat dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) RKP Tahun 2027 di kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis 07 Mei 2026.
RKP 2027 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029. Target tersebut akan dicapai secara bertahap, dengan proyeksi 6,3% pada tahun 2026, 7,5% pada 2027, dan 7,7% pada 2028. Angka-angka ini diharapkan dapat terwujud melalui pelaksanaan program-program PKPN.
Berikut rincian delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional:
- Kedaulatan Pangan
- 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih
- 4.582 Kapal Ikan Modern
- 40.000 Lokasi Budidaya Ikan Darat Tematik
- Revitalisasi Tambak Nila Salin 14.090 Ha di Pantura
- Modeling dan Replikasi 2.000 Ha Tambak Udang Terintegrasi
- 2.000 Ha Kawasan Sentra Industri Garam Nasional
- Pengembangan Kawasan Pangan Terintegrasi
- Pengembangan Kawasan Perkebunan (Sawit, Tebu, Kakao, Kelapa, Kopi, Jambu Mete, Rempah)
- Peningkatan Produksi Daging, Susu, dan Telur
- Kemandirian Energi dan Air
- Mandatori Biodiesel 50 (B50)
- Mandatori Bioetanol 20 (E20)
- Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW
- Implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)
- Konversi 6 Juta Unit Motor BBM ke Motor Listrik
- Pembangunan Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk 1 Juta Sambungan Rumah (SR)
- Peningkatan Lifting Minyak dan Gas Bumi
- 10 Small Scale Green Modular Refinery and 6 Storage (Deployable Mass Model)
- Eksplorasi 10 Blok Migas Baru
- Elektrifikasi 10.000 Desa
- Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
- PLTA Skala Besar Terintegrasi
- Kompor Listrik untuk 2-5 Juta Rumah Tangga
- Optimalisasi 45.000 Sumur Minyak Masyarakat
- Optimalisasi Lifting di 13.824 Sumur Tua
- Swasembada Air
- Pendidikan
- Makan Bergizi Gratis Anak Sekolah
- Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah
- Bantuan Perlengkapan Sekolah
- 500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)
- Studio Guru
- Digitalisasi Pendidikan (2 Juta Papan Interaktif Digital)
- 20 Sekolah Garuda Baru, 80 Sekolah Garuda Transformasi
- 514 Sekolah Rakyat
- 10 Universitas Baru: Medical University berbasis STEMM
- 500.000 Lulusan SMK Go Global
- Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Nasional
- Peningkatan Kesejahteraan Guru, Transfer Langsung Tunjangan
- Perlindungan Anak di Ruang Digital melalui PP TUNAS
- Kesehatan
- Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
- 66 Rumah Sakit Upgrade
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Penuntasan Tuberkulosis
- Hilirisasi dan Industrialisasi
- Hilirisasi Industri Strategis (18 Proyek)
- Mobil Nasional
- Motor Nasional
- Ekosistem Industri Kedirgantaraan
- Pengembangan Industri Semikonduktor
- Infrastruktur, Perumahan dan Ketahanan Bencana
- Giant Sea Wall
- Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera
- Gerakan ASRI (Gentengisasi, Pengendalian Sampah, Penghijauan)
- 3 Juta Rumah: 1 Juta Rumah Baru & 2 Juta Renovasi Rumah
- Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional
- Ekonomi Kerakyatan dan Desa
- 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- Percepatan Pembangunan Daerah 3T
- Penurunan Kemiskinan
- PRO-KESRA Bantuan Sosial Terintegrasi
- PRO-KESRA untuk 10 Juta Penduduk Berusaha dan Bekerja
Delapan klaster tersebut juga didukung oleh program pertahanan keamanan, tata kelola, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi. Rincian program tambahan mencakup pemberantasan judi online, pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, pusat data nasional, serta upaya pemberantasan penyelundupan.
Dengan struktur yang tersegmentasi, RKP 2027 berupaya menciptakan sinergi antara sektor-sektor strategis. Fokus pada kedaulatan pangan, energi terbarukan, pendidikan digital, serta infrastruktur hijau menandai arah kebijakan nasional menuju pembangunan berkelanjutan. Program-program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial ekonomi, menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
